Ahok Tertawa dan Geleng-geleng Melihat Spanduk KJP Plus Anies-Sandi

Ahok Tertawa dan Geleng-geleng Melihat Spanduk KJP Plus Anies-Sandi

(TVN24 Online) – Calon Gubernur DKI Jakarta dengan no urut dua Basuki Tjahaja Purnama tertawa dan juga geleng-geleng kepala saat melihat perbandingan KJP yang diluncurkan oleh dirinya dengan KJP Plus milik Anies-Sandi. Atas penjelasan spanduk tersebut, Ahok pun menjelaskan banyak kekeliruan pada data yang ada di spanduk tersebut.

Dimana pada spanduk itu dijelaskan, KJP yang dikeluarkan Ahok untuk anak SD Rp 210.000, kemudian untuk anak SMP sebesar 280.000, dan untuk anak SMA sebesar Rp 375.000, SMK sebesar Rp 390.000 kemudian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM sebesar Rp 210.000.

Akan tetapi KJP Plus yang akan dibuat Anies-Sandi adalah untuk anak SD adalah sebesar Rp 250.000, kemmudian untuk anak SMP sebesar Rp 300.000, dan untuk anak SMA sebesar Rp 420.000, SMK sebesar Rp 450.000 dan PKBM sebesar Rp 300.000.

Setelah melihat spanduk tersebut Ahok mengelengkan kepalanya, karena penjelasan dari spanduk tersebut semuanya tidak benar. dikarenakan bantuan untuk pelajar SMP dan SMA lebih dari yang disebutkan itu.

Ahok mengatakan untuk anak SD memang segitu, untuk SMP dari 400-600, dan untuk anak SMA adalah 600, saat memberi keterangannya di Jalan H Syaip, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).

Ahok juga mengatakan perbedaan yang mendasar dari program yang di keluarkannya adalah. Program tersebut di keluarkan untuk mendorong minat sekolah kepada warga Jakarta.

Hal tersebut adalah untuk mendorong anak agar lebih berminat untuk sekolah. Kalau programnya Anies-Sandi kan lain, sekolah atau tidak sekolah semuanya dapat. Seharusnya tidak boleh dong, kan kita mau mendidik, dan mengajak anak Jakarta supada terdorong minatnya untuk sekolah.

Ahok juga mengatakan, apabila warga Jakarta bosan dan tidak ingin menimba ilmu lagi, namun ingin buka usaha, maka Ahok juga memiliki program, dimana Pemprov Jakarta memiliki program kerja sama dengan hasil kompensasi 80:20.

Kalau untuk bisnis itu 80:20. Kita tidak mau membuat anak putus sekolah karena dapat duit. masalah itu yang selalu saya sampaikan pada acara debat, itu atm Jumbo, kalau gratis TransJakarta, bus sekolah otomatis (gratis). Itu tuh (KJP) bisa dijadikan segala macam tiket.(TVN24 Online)