Benarkah hak angket DPR untuk menjegal KPK ?

Benarkah-hak-angket-DPR-untuk-menjegal-KPK

TVN24 Online – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah mengklaim didalam pengajuan hak angket yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah sesuai dan memenuhi quota pengusul yaitu sebanyak 25 anggota Dewan.

Didalam pemenuhan syarat pengajuan tersebut dibuktikan melalui sejumlah tanda tangan yang telah terkumpul didalam daftar pengusul hak angket. Namun, dirinya tidak menyebutkan jumlah daftar yang telah tersebar secara detail.

“Ada banyak sekali lembarannya karena itu draf disebar ke fraksi fraksi. Jadi nanti setiap fraksi menandatangani dan akan dikumpulkan,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat ( 28/4/17 ).

Fahri berujar didalam rapat yang dipimpinnya pada 21 April 2017 telah terkumpul sebanyak 26 tandatangan dari semula yang hanya berjumlah 19 tandatangan dari anggota Dewan.

Fahri juga menjelaskan tidak perlu adanya lagi penyusunan daftar pengusul hak angket tersebut. Namun untuk mengantisipasi gugatan terhadap adanya pengajuan hak angket tersebut, daftar pengusul pun lalu di susun. “Makanya itu kita sebar,” kata Fahri.

Menurutnya, lampiran didalam daftar pengusul kemudian akan diserahkan kepada pimpinan. Dari dua lembar daftar pengajuan atas hak angket juga tertera beberapa nama inisiator didalam hak angket tersebut. Beberapa inisiator diantaranya Desmond Mahesa, Arsul Sani, Daeng Muhammad, Nawawi Saleh, Taufiqulhadi, Ahmad Zacky Siradj, Ahmad Sarhdan, Adies Kadir, Dossy Iskandar, Syaiful bahri, Agun Gunandjar Sudarsa, Endang Srikarti, Anthon Sihombing, Fahri Hamzah, Ridwan Baw, Noor Ahmad, M.N Purnama Sidik, Edy Wijaya Kusuma dan Masinton Pasaribu.

DPR diketahui akhirnya menyetujui pengajuan hak angket tersebut kepada KPK. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga telah mengetok palu tanda persetujuan ketika masih terjadi hujan interupsi untuk mendengarkan sikap fraksi. Didalam sidang paripurna, terdapat tiga fraksi yaitu PKB, Demokrat dan Gerindra yang menyatakan tidak menyetujui pergguliran hak angket.

Saat dirinya ditanta mengenai keberadaan daftar pengusul diluar 19 nama tersebut, Fahri tidak mengetahuinya.”Di sekretariat Jenderal mungkin, karena kan masih mengumpulkan penandatangan terakhir yang akan datang dari komisi selain dari komisi tiga serta fraksi fraksi yang lain,” kata Fahri. berdasarkan informasi di Sekretariat komisi III salah seorang staf menyatakan bahwa daftar pengusul hak angket KPK itu telah seluruhnya dipegang oleh pimpinan. ( TVN24 Online )