Berubah-ubah, ternyata rumah DP 0 berbentuk rusunami

Berubah-ubah, ternyata rumah DP 0 berbentuk rusunami

TVN24 Online – Janji hunian DP 0 rupiah bagi warga Jakarta yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akhirnya dimulai.

Hal tersebut terlihat saat Anies melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk hunian Dp 0 rupiah.

Peletakan batu pertama dilakukan di kawasan Kelapa Village, Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis ( 18/1/18 ).

Namun bentuk hunian yang telah dijanjikan berubah saat kampanye Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat kampanye, Anies mengatakan program hunian Dp 0 rupiah ini akan berbentuk rumah tapak di tengah kota Jakarta.

Namun belakangan Anies merevisi kembali omongannya dan menyebutnya menjadi rumah lapis.

Baca juga : Sebar ujaran kebencian, ustaz Zulkifli jadi tersangka

Pernyataan tersebut kembali berubah saat Anies menyampaikan sambutannya saat peletakan batu pertama berlangsung.

Anies mengatakan bahwa rumah hunian Dp 0 rupiah itu dalam bentuk rumah susun ( rusun ).

“Program ini akan dilakukan untuk warga memiliki rumah. Jadi kriterianya nanti ada rumah susun sederhana milik ( rusunami ) dan kita ingin sekali agar mereka yang akan tinggal di Jakarta hak asasinya terpenuhi. Karena salah satunya adalah rumah tinggal,”kata Anies.

Lebih lanjut dirinya berharap program hunian DP 0 rupiah bisa menjadi jawaban kebutuhan masyarakat Jakarta yang belum memiliki rumah.

“Di Jakarta banyak yang memiliki sandang pangan punya motor tapi minus papan. Papannya tidak ada. Papannya kredit, kontrak, karena itu, program ini diharapkan bisa fasilitasi semua punya rumah,”ujar Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan bahwa pembangunan hunian tahap pertama akan dibangun satu tower yang berisi 703 unit.

Pembangunan tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu 1.5 tahun.

“Ini pilot project dengan 703 unit. Dengan 513 unit sebesar 36 meter persegi dan 190 unit sebesar 21 meter persegi. Dengan disebutkan perkiraan harga Rp.320 juta untuk type 36 dan Rp.185 juta untuk tipe 21. Kami percaya harga ini paling terjangkau di Jakarta,”paparnya.

Usai memberikan kata sambutan, Anies kemudian langsung meninjau lokasi lahan milik Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) PD Pembangunan Sarana Jaya seluas 1.4 hektar tersebut. (  TVN24 Online )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.