Buni Yani : Saya tidak pantas dipenjara, hanya Ahok yang pantas dipenjara

Buni-Yani-Saya-tidak-pantas-dipenjara-hanya-Ahok-yang-pantas-dipenjara

TVN24 Online – Sidang perdana didalam kaus dugaan pelanggaran Undan-Undang ITE dengan terdakwa Buni Yani digelar di Ruang 1 Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa ( 13/6/17 ).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim M Sapto itu beragendakan tentang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umu.

Didalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa Buni Yani dengan dua pasal. Pasal pertama Buni Yani didakwa telah melanggar pasal 32 ayat 1 Jo pasal 48 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dirinya dinilai telah melakukan perubahan, merusak serta menyembunyikan informasi elektornik milik orang lain atau publik yaitu berupa video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok saat berada di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Jaksa Penuntut Umum menuturkan, Buni Yani telah terbukti sengaja mengunduh video sambutan Ahok didalam rangka kegiatan kunjungan ke Pulau Seribu pada 6 Oktober 2016 melalui Youtube dengan judul “27 Sept 2016 Gubernur Basuki T Purnama kunjungan ke Kep. Seribu dalam rangka kerjasama dengan STP”.

Video yang berdurasi sekitar 1 jam 48 menit tersebut diunggah oleh akun resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik milik Pemprov DKI Jakarta.

“Terdakwa telah menggunakan handphonenya merk Asus Zenfone 2 berwarna putih, telah mengunduh video tersebut, dan kemudian tanpa seijin dari Diskominfo DKI Jakarta, terdakwa telah mengurangi durasi rekaman tersebut,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, Buni Yani telah sengaja memotong video tersebut secara signifikan hingga berdurasi sekitar 30 detik, dari menit 24 sampai menit ke-25.

“Selanjutnya terdakwa juga mengunggah video tersebut ke akun Facebook pribadi terdakwa dan mempostingnnya di laman dinding,” ujarnya.

Sementara terdakwa Buni Yani didalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, berorasi didepan massa pendukungnya setelah menghadiri sidang perdanannya di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa ( 13/6/17 ) setelah sidang, langsung mendatangi massa pendukungnya yang telah hadir sejak pagi. Buni Yani pun kemudian diminta untuk naik ke atas mobil bak terbuka dan mulai berorasi.

“Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah membela keadilan dan melawan kezaliman. Kita akan selalu mengawal NKRI untuk dapat menuntut keadilan setegak-tegaknya di Indonesia karena kita mencintai demokrasi kita, cinta negara ini dan kita juga harus melawan kezaliman,”ucap Buni Yani.

Dirinya menilai kasus tersebut sudah seharusnya dihentikan karena mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok telah terbukti bersalah dan dipenjara.

“Nah sekarang seperti yang sudah saya katakan tadi, sebetulnya ketika Pak Ahok sudah dipenjara maka sudah sepantasnya kasus saya dihentikan. Tetapi mengapa sekarang kasus saya harus dinaikan kepengadilan lagi? ini amat tidak masuk alah, logika hukumnya dimana?,” ujar Buni dengan suara lantang.

Dirinya menyebutkan setelah penetapan Ahok sebagai terdakwa, itu telah menjadi fakta bahwa tudingan terhadapnya sudah terbantahkan.

“Karena Pak Ahok itu sudah dinyatakan bersalah dan dipenjara, saya didakwakan ditersangkakan seolah saya menfitnah Ahok. Lalu Pak Ahok menjadi terdakwa. Fakta hukum telah mengatakan Ahok sudah masuk penjara. Artinya saya tidak melakukan fitnah dan tidak menistakan agama,” ungkapnya. ( TVN24 Online )