Dewan Masjid Indonesia dukung penuh Polri dan TNI memerangi ISIS di Indonesia

Dewan-Masjid-Indonesia-dukung-penuh-Polri-dan-TNI-memerangi-ISIS-di-Indonesia

TVN24 Online – Beberapa hari terakhir, aksi terorisme yang dilakukan oleh para anggota ISIS telah terjadi dibeberapa daerah. Kelompok teroris ini semakin nekat menjalankan aksinya didalam menyerang aparat polisi. Bahkan mereka telah nekat untuk masuk ke markas kepolisian.

“Doktrin jihad versi kelompok teroris ini diyakini menjadi alasan mengapa para teroris semakin nekat dan berani,” ujar Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta ( PKTTDI UMJ ), Herry Sucipto, Sabtu ( 1/7/17 ).

Sebelumnya diketahui, dua kejadian penyerangan aparat kepolisian terjadi di Mapolda Sumatera Utara ( Sumut ) dan di Masjid Falatehan yang masih berada dekat dengan komplek Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri.”Ini membuktikan teroris sudah semakin nekat,” imbuh Herry.

Menurut Herry Sucipto yang juga merupakan anggota Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional PP Muhammadiyah ini. Bagi kelompok teroris ini, rukun Islam bukan lagi terdapat lima yang saat ini diyakini umat Islam pada umumnya.

“Para teroris telah menambah satu rukun lagi jadi menjadi enam rukun. Rukun keenam yakni jihad versi mereka. Jihad mereka ini adalah dengan berperang dan memerangi kelompok atau mereka yang dianggap tidak sepaham dan mereka yang dianggap sebagai thogut atau musuh Islam,” jelasnya.

Baca juga : Teriak takbir dan thoghut, seorang pria tikam personil Brimob di masjid

Aparat keamanan seperti Polri, TNI dan Pemerintah telah dicap sebagai thogut yang harus diperangi oleh kelompok teroris. Doktrin tersebut telah melekat pada setiap anggota kelompok teroris ISIS.

“Doktrin jihad versi teroris ini sama dengan apa yang dianut oleh ISIS. Yang mana menyasar target bukan hanya yang beda agama dan golongan. Tapi saat ini bahkan yang seagama dan beda aliran dengan kelompok teroris,” terangnya.

Berbeda dengan kelompok teroris pada jaringan Al-Qaeda yang telah menargetkan negara Barat sebagai musuhnya.”Kalau ISIS semua yang tidak sepaham dengan mereka dianggap musuh dan harus diperangi, sekalipun seagama. Apa yang telah terjadi di Suriah dan Marawi Filipina telah memberikan contoh nyata sesama muslim juga dibunuh. Bahkan yang terbaru, teroris secara terang-terangan menyerang anggota Brimob pada Jumat saat usai melaksanakan salat berjamaah bersama dengan pelaku,” paparnya.

Herry yang juga merupakan juru bicara Dewan Masjid Indonesia ini mengatakan sangat mengecam keras aksi teroris yang menyerang aparat keamanan serta ingin mengacaukan situasi Kamtibmas Indonesia. Dirinya juga mendukung penuh upaya dari pihak kepolisian didalam penegakan hukum untuk memerangi terorisme di Indonesia.

“Aparat keamanan harus bisa lebih waspada dan lebih tegas lagi didalam mengatasi masalah terorisme ini. terorisme merupakan musuh bersama dan semua pihak harus dapat bekerjasama demi mewujudkan Indonesia yang aman dan damai,” pungkasnya.( TVN24 Online )