Dianggap tidak jujur, kuasa hukum Ahok akan pidana kan Ketua umum MUI

dianggap-tidak-jujur-kuasa-hukum-ahok-akan-pidana-kan-ketua-umum-mui-01

TVN 24 – Tim kuasa hukum dari Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Thajaja Purnama atau Ahok menanyakan keterkaitan dari salah satu saksi dalam kasus penistaan agama yang juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Ma’ruf Amin dengan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhyono di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa ( 31/1/17).

Basuki menjadi terdakwa di dalam kasus penistaan agama terkait dengan pidatonya di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Ma’ruf Amin merupakan salah satu saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum yang dalam kapasitasnya adalah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dan yang telah menerbitkan surat keputusan pendapat dan sikap keagamaan terkait dengan pidato Ahok mengenai surat Al-Maidah ayat 51.

Anggota tim kuasa dari terdakwa, Humprey Djemat menyatakan bahwa mantan presiden RI SBY telah menelepon Ketua Umum MUI tersebut sebelum melakukan pertemuan dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dengan no pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhyono-Sylviana Murni.

Pertemuan antara Ketua Umum MUI dengan Agus РSylvia itu terjadi pada 07 Oktober 2017 di kantor Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ), jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

“Apakah saudara pada hari kamis, sebelum anda bertemu dengan paslon no satu pada hari jumat, ada telepon dari Pak SBY pada pukul 10.16 Wib yang menyatakan, pertama mohon diatur pertemuan dengan Agus dan Sylvi agar bisa diterima di kantor PBNU, dan yang kedua, meminta saudara agar segera mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama?” Kata Humphrey kepada Ma’ruf.

Ma’ruf kemudian membantah apa yang ditanyakan oleh pengacara Ahok kepada dirinya.

Pengacara Ahok kemudian menilai bahwa Ma’ruf telah memberikan kesaksian palsu di dalam persidangan.

“Saudara tahu kan konsekuensinya apabila anda memberikan keterangan palsu, siapa pun itu”, kata Humphrey kepada Ma’ruf.

Namun, Ketua Umum Majelis Ulama itu tetap membantah tuduhan dari pengacara Ahok

Humphrey kemudian menyatakan akan segera menindaklanjuti semua hal itu ke ranah hukum.

“Untuk itu, kami segera akan memberikan pendukungnya ( buktinya )”, kata Humphrey.

Di dalam persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto juga mengingatkan Ketua Umum MUI itu bahwa dirinya bisa dikenakan pidana apabila memberikan kesaksian palsu.

“Saksi juga sudah disumpah untuk memberikan keterangan yang jujur. kalau tidak, ada konsekuensi hukumnya dan dapat dituntut karena memberikan keterangan palsu dibawah sumpah”, Kata Dwiarso.