Dinilai tidak diperlukan, Fahri Hamzah minta Komnas HAM dan KPK dibubarkan

Dinilai-tidak-diperlukan-Fahri-Hamzah-minta-Komnas-HAM-dan-KPK-dibubarkan

TVN24 Online – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI mengusulkan agar dilakukannya evaluasi terhadap state auxiliary agency ( lembaga non-struktural ) yang ada di Indonesia.

Lembaga yang dimaksud diantaranya adalah Komnas HAM dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).

Awalnya dirinya mengomentari mengenai temuan adanya sejumlah calom Komisioner Komnas HAM yang diduga berafiliasi dengan kelompok-kelompok ormas radikal hinggga anggota yang terindikasi terkait dengan masalah korupsi dan gratifikasi.

Secara umum, menurut Fahri, Sejumlah lembaga semi negara tidak diperlukan karena negara telah mengalami konsolidasi demokrasi yang baik.

“Coba evaluasi kembali, jangan-jangan lembaga ini memang tidak diperlukan lagi. Mumpung kita lagi perlu hemat. Bubari saja, toh tidak ada fungsinya didalam negara,” kata Fahri saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin ( 3/7/17 ).

Dirinya memberikan contoh fungsi dari Komnas HAM yang telah terwakili dalam Direktorat Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM.

Baca juga : Semakin ketakutan, terduga penerima suap E-KTP ramai-ramai kembalikan uang suap ke KPK

Sementara untuk penegakan hukum, negara telah memiliki Polri, Kejaksaan dan Pengadilan.

Fahri menilai sebaiknya lembaga-lembaga tersebut yang diperkuat.

“Dinegara-negara yang demokrasinya telah matang. Lembaga-lembaga ini sudah tidak ada. Ada misalnya nanti dia di independenkan. Misaln ya kayak Komnas HAM, pilih saja antara Komnas HAM atau Dirjen HAM,” kata Fahri.

Saat ini laporan dari sejumlah lembaga semi negara titu dianggat tidak jelas. Seharusnya lembaga itu melaporkan kinerjannya kepada Presiden.

“Itu semua tidak jelas. Kalu kita tanya Presiden dimana pemberantasan korupsi, Oh dukung KPK. Jangan gitu dong. Anda tanggungjawab. Ini harusnya dia bertanggungjawab kepada presiden supaya dia bisa bertanggungjawab. Ini karena tidak, akhirnya liar. Koordinasi dengan lembaga gagal,” kata Fahri.

“Jadi masi kita konsolidasikan negara ini dengan cara menguatkan lembaga inti. Kurangi lembaga-lembaga sampir. Sebab itu akan membuat kacau, kadang-kadang dualisme yang berlebihan dan kita juga lagi tidak punya uang,” kata Fahri. ( TVN24 Online )