Dituntut dua tahun, Buni Yani : saya merasa tuntutan JPU berat sekali

Dituntut dua tahun, Buni Yani saya merasa tuntutan JPU berat sekali

TVN24 Online  – Andi M Taufik, salah seorang Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) membacakan tuntutan kepada terdakawa dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa ( 3/10/17 ).

Buni Yani dinilai bersalah telah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektonik berupa dengan sengaja dan tanpa hal atau melawan hukum dengan menambah atau mengurangi slot informasi elektronik dan atau dokumen milik orang lain atau publik yang sebagaimana telah diatur didalam UU dan diancam dengan ketentuan Pasal 32 ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 UU RI no 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo Undang – Undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Jaksa Penuntut Umum telah meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Buni Yani dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ujar Andi.

Selain itu, Andi juga meminta Majelis Hakim yang dipimpin oleh M Saptono untuk dapat segera menahan Buni Yani.

Baca juga : Praperadilan dikabulkan, diam-siam Setya Novanto telah pulang dari RS Premier

“Dengan perintah agar terdapat dapat ditahan dan membayar dengan sebesar Rp.100 juta subsider tiga bulan kurungan,” sambungnya.

Setelah serangkaian tuntutan yang telah dibacakan JPU, Ketua Majelis Hakim M Saptono kemudian memberikan kesempatan kepada pihak Buni Yani untuk dapat menetapkan hari penyampaian pembelaan atau pledoi.

Menanggapi pertanyaan dari hakim, Buni Yani memohon agar dapat diberikan waktu selama dua pekan untuk mengumpulkan dan menyusun data yang akan disampaikan didalam pledoinya.

“Saya ini merasa tuntutan JPU terasa berat sekali. Maka kami banyak memerlukan waktu yang dianggap cukup,” ucapnya.

Permintaan dari Buni Yani juga dikabulkan Majelis Hakim. Sidang tersebut akan dilanjutkan ditempat yang sama pada 17 Oktober 2017 dengan agenda pembacaan pledoi.( TVN24 Online )