Dituntut satu tahun, Fadli salahkan presiden dalam kasus Ahok.

dituntut-1-tahun-fadli-salahkan-presiden-dalam-kasus-ahok

TVN24 Online– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI Fadli Zon menduga telah adanya rekayasa dibalik ringannya tuntutan jaksa terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok. Tuntutan hukuman yang diberikan jaksa yaitu percobaan 2 tahun, menurut Fadli, hukuman itu sengaja untuk meringankan Ahok.

“Saya sangat tidak setuju dan saya termasuk sependapat bahwa tuduhan dakwaan dari jaksa itu sangat terlihat menguntungkan terdakwa. Tuntutannya yang sekarang ini terlihat sangat direkayasa dan terlihat sangat dipermudah dan diperingan,” Kata Fadli kepada sejumlah wartawan usai acara pleno MUI di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu ( 26/4/17 ).

Tuntutan jaksa terhadap Ahok, menurut Fadli sangat tidak sejalan dengan rasa keadilan bagi masyarakat. Rasa keadilan masyarakat harusnya menjadi acuan dengan adanya gonjang ganjing dan kegaduhan yang diakibatkan, tegas fadli.

“Tiba tiba nanti hukumannya hanya berupa percobaan dan dibebaskan. Saya kira ini yang akan membuat masyarakat tidak akan lagi percaya kepada hukum, sementara pada kasus lainnya dengan yurisprudensi yang ada di hukum, seperti pada kasus Arswendo dan Musadeq,” ucap Fadli.

Menurut Fadli hal ini terjadi karena pihak kejaksaan sangat dekat dengan pemerintah. Dirinya juga menyebutkan latar belakang Jaksa M Prasetyo yang berasal dari partai politik yang telah membuat Prasetyo akan sangat sulit untuk dipisahkan dari unsur kepentingan politik.

“Bisa saja terjadi, Jaksa Agung ini kan berasal dari parpol, tentunya ini punya kepentingan politik dan saya dari dulu termasuk yang bersuara seperti itu, harusnya Jaksa Agung itu berasal dari orang yang idenpenden, bukan berasal dari parpol karena hal ini sangat rawan sekali dilakukan penyelewengan dan penyalahgunaan. tapi Presiden tetap mempertahankan, mungkin punya kepentingan lain,” ujarnya.

“Saya sudah katakan dari bulan pertama, sudah harus dilakukan pergantian, Jaksa Agung harusnya orang yang betul betul idenpenden, orang yang betul betul menegakkan hukum,” sambung Fadli.

Seperti diketahui Jaksa Penuntut Umum yang diketuai oleh Ali Mukartono sebelumnya telah menuntut Basuki Thajaja Purnama atau Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Jaksa menyebutkan Ahok terbukti telah melakukan tindak pidana yang ancamannya telah diatur didalam pasal 156 KUHP.

Ahok melalui pleidoinya menegaskan tidak pernah melakukan penistaan agama atau telah menyebarkan kebencian terhadap golongan melalui pernyataan saat dirinya melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ahok juga mengatakan yakin dengan Majelis Hakim yang akan memutuskan perkaranya secara objektif dan adil.(TVN24 Online)