Dosa Monsanto Terhadap Jurnalis

Tvn24online.net – Siapa yang tidak tahu Monsanto? Apalagi bagi petani, Monsanto sangat terkenal dan mempunyai reputasi. Terlebih lagi, reputasi Monsanto sangat buruk di mata masyarakat.

Sebagai seorang jurnalis yang telah meliput perusahaan Amerika selama lebih dari 30 tahun, sangat sedikit yang mengejutkan Carey Gillam tentang taktik propaganda yang sering digunakan perusahaan. Tekanan yang dapat dan memang harus ditanggung perusahaan ketika mencoba memengaruhi liputan positif dan membatasi pelaporan yang mereka anggap negatif tentang praktik atau produk bisnis mereka.

Gillam menerima hampir laporan sebanyak hampir 50 halaman tentang rencana perusahaan Monsanto yang menargetkan reputasi ia sebagai jurnalis. Memang, Gillam menulis tentang hal-hal negatif terkait perusahaan Monsanto. Melalui media investigatif jurnalisme yang ia keluti selama ini, ia menulis buku berjudul Whitewash yang berisi tentang tindakan perusahaan yang memanipulasi ilmu pengetahuan tentang bisnis herbisida.

Salahnya, Gillam tidak menyadari bahwa ketika ia menulis sesuatu yang negatif tentang suatu perusahaan besar, ia akan menjadi target perusahaan itu.

Bisnis itu kejam. Ketika kamu mencoreng nama suatu perusahaan besar, kamu akan dijadikan mangsa oleh perusahaan tersebut. Tentu, ini tidak mengagetkan lagi. Sudah banyak jurnalis yang menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar karena telah menulis tentang mereka.

Gillam mengungkapkan bahwa catatan perusahaan yang ia peroleh menunjukkan berbagai tindakan. Satu rencana Monsanto melibatkan pembayaran penempatan web dari blogpost tentangnya sehingga informasi yang ditulis Monsanto akan muncul di bagian atas pencarian internet tertentu yang melibatkan nama Gillam. Korespondensi juga membahas perlunya menghasilkan “poin pembicaraan pihak ketiga” tentang Gillam. Selain itu, Monsanto membuat video untuk membantunya memperkuat propaganda yang direkayasa perusahaan tentang Gillam dan pekerjaannya sebagai jurnalis agrikultur.

Seperti yang tertulis di spreadsheet Monsanto, perusahaan tersebut telah merencanakan beberapa proyek besar untuk menghancurkan reputasi Gillam sebagai seorang jurnalis dengan menulis ulasan tentang buku Whitewash yang sudah di publikasikan.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Monsanto bersama dengan FTI Consulting di Washington DC akan mencoba memperbaiki nama baik Monsanto dengan cara mengirim karyawannya untuk berpose sebagai reporter pada sidang Hardeman vs Monsanto. Ia akan menyarankan wartawan lain untuk meliput persidangan dengan alur cerita yang berbeda yang tentu saja, akan menguntungan Monsanto.

Kebenaran dan transparansi memang penting di dalam kehidupan pekerjaan seorang jurnalis. Terutama, jurnalis investigatif. Ke dua faktor tersebut memang menjadi fondasi dari pengetahuan yang seharusnya kita semua dapatkan.

Tanpa kebenaran, kita semua tidak akan tahu tentang resiko yang akan kita hadapi. Di tambah dengan dunia yang penuh dengan kriminalitas, cuma kebenaran yang bisa membantu kita untuk melindungi diri sendiri dan keluarga kita.

Ketika kekuatan korporat sudah sangat besar, bahkan hukum pun dapat dibelinya, tidak akan ada yang bisa melindungi kita dari mereka. Akan banyak sekali jejak rekam yang dimanipulasi, opini publik yang diputar, dan kebenaran akan dilumpuhkan.

Mengerikan memang. Di dunia ini yang mempunyai kuasa terbesar adalah uang. Sebagai penulis, saya tidak akan menutupi hal ini. Maka dari itu, berhati-hatilah, karena jika sudah sampai pada titik dimana mereka telah marah, bukan hanya reputasi yang hancur… nyawa anda pun bisa menjadi taruhan.

Sudah berapa banyak nyawa jurnalis yang hilang karena apa yang mereka tulis? Sesuai dengan dara CPJ, sebanyak 1349 jurnalis sudah tewas terbunuh. Saat ini, mungkin sudah ada ribuan jurnalis yang sedang ditargetkan oleh beberapa korporat atau organisasi kriminal karena sudah di ekspos ke media.

Kita semua harus merasa takut.