Eggi Sudjana tuding penutupan akun Facebook FBI didalangi BSSN

Eggi Sudjana tuding penutupan akun Facebook FBI didalangi BSSN

TVN24 Online – Peserta aksi damai 121 Eggi Sudjana mengatakan adanya kemungkinan dari Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) yang terlibat dengan Facebook untuk melakukan pemblokiran sejumlah akun Front Pembela Islam ( FPI ) dan akun dakwah lainnya.

“Ya indikasinya kan mereka akan mengkoordinasikan tentang informasi sibet. Kan ini sudah masuk dunia sibet. Dugaan kita apakah ini ada kaitannya dengan lembaga itu untuk menutup blog-blog kita, Facebook telah diperintahkan,”ujar Eggi saat ditemui di depan kantor Facebook Indonesia, Jalan Gator Subroto, Jakarta Selatan, Jumat ( 12/1/18 ).

Dirinya juga yakin jika dugaan ini disampaikan ke Kepala BSSN Djoko Setiadi, pastinya yang bersangkutan akan membantah hal tersebut. Untuk itu, klarifikasi dugaan tersebut pun ditunggu.

“Tanya saja sama Pak Djoko. Pasti dibilang tidak. Kalau tidak, kenapa dia tutup. Harusnya dia bisa menjelaskan juga kan. Panggil itu Facebook. Karena kita sudah datang di sini dan pihak Facebooknya pengecut tidak ada,”kata dia.

Untuk itu, BSSN diminta untuk dapat tampil ke publik dan menjelaskan kebenarannya. Jika tidak kunjung memperbaiki keadaan, Eggi berencana menggugat pemerintah.

Baca juga :  Yusril : HGB pulau reklamasi tidak dapat dibatalkan begitu saja

“Makanya itu bikin penjelasan, keterbukaan, biar publik tahu informasinya. Kalau rencana untuk itu sih ada ( menggugat ),”ujar Eggi.

Namun akhirnya pihak Facebook angkat bicara terkait dengan aksi protes yang dilakukan Front Pembela Islam ( FPI ) terkait dengan tindakan pemblokiran akun-akun islam, baik pada akun dakwah maupun akun yang bersifat kepedulian sosial.

Didalam keterangan resminya, Jumat ( 12/1/18 ), Facebook mengungkapkan bahwa pihaknya mengingingkan pengguna tetap merasa aman dan nyaman didalam mengakses platformnya.

Karena itu, Facebook mengaku bahwa platformnya terbuka untuk dipakai untuk keperluan diskusi beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran isu penting bagi masyarakat.

“Namun kami akan melakukan penghapusan konten yang melanggar standar komunitas yang telah ditetapkan. Standar komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi ataupun individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lainnya yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka,”ujar juru bicara Facebook. ( TVN24 Online )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.