Fahri Hamzah : bisa saja SBY dan megawati dipaksa berkoalisi

Fahri Hamzah bisa saja SBY dan megawati dipaksa berkoalisi

TVN24 Online  – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI Fahri Hamzah menilai banyak kemungkinan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk kembali bertemu.

Maksud Fahri, nasib hubungan kedua pimpinan partai politik ini tergantung dari putusan Mahkamah Konstitusi ( MK ) atas gugatan Pengesahan RUU Pemilu dengan ketentuan presidential threshold.

Menurutnya, hasil gugatan uji materi terhadap ketentuan ambang batas atau presidential threshold oleh sejumlah kelompok masyarakat sipil adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh para pimpinan partai politik.

“Apalgi ini kalau kompetisinya ditentukan oleh presidential threshold 0 atau 20 persen. Kalau 20 persen itu yang akan terjadi koalisi awal loh, dan partai-partai politik ini akan terpaksa berkoalisi,” kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta , Jumat ( 18/8/17 ).

Baca :  Moment langka, Jokowi foto bareng mantan Presiden RI

Fahri menyebutkan, tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat atau Partai Gerindra akan berkoalisi dengan PDI-P di Pilpres 2019.

“Boleh saja Ibu Mega dan Pak SBY akan terpaksa berkoalisi. Boleh jadi Ibu Mega dan Pak Prabowo dan terpaksa berkoalisi. Karena ini tidak ada yang 20 persen. Kalau kemudian 0 persen, baru seru. Semua punya kartu. Tapi kalau 20 persen tidak ada yang punya kartu satupun,” katanya.

Namun apapun alasannya, Fahri mendorong agar para tokoh nasional ini untuk lebih sering bersilahturahmi.

Lebih lanjut saat ditanya mengenai pendapat kemungkinan kader Demokrat ang akan masuk ke kabinet lantaran adanya pertemuan intensif yang terus dilakukan. Fahri menilai hal itu bukan tidak mungkin.

“Bisa jadi dan itu semua tergantung pertemuan antara Bu Mega dena Pak SBY selanjutnya,” kata Fahri. ( TVN24 Online )