Hina presiden dan sejumlah parpol, Sri Rahayu Ningsih ( Ny Sasmita ) ditangkap polisi

Hina presiden dan sejumlah parpol, Sri Rahayu Ningsih ( Ny Sasmita ) ditangkap polisi

TVN24 Online  – Pihak Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang perempuan yang bernama Sri Rahayu ( 32 ) karena di duga menyebarkan ujaran kebencian ( hatespeech ) melalui akun Facebooknya. Perempuan kelahiran Tulang Bawang Udik, Lampung tersebut ditangkap karena menggunggah konten yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan ( SARA ).

“Tersangka telah mendistribusiakan puluhan foto-foto dan tulisan melalui akun FB pribadinya dengan konten SARA terhadap suku Sulawesi serta ras,” ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareksrim Polri, Brigjen Fadil Imran, Sabtu ( 5/8/17 ).

Sri Rahayu telah diamankan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 Wib dirumahnya di Desa Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat. Fadli menyebutkan Sri telah menyebarkan konten penghinaan dan SARA melalui akun Facebooknya yang bernama Sri Rahayu Ningsih ( Ny Sasmita ).

“Tersangka juga telah mendistribusikan puluhan lembar foto-foto dan tulisan dengan konten penghinaan terhadap presiden Jokowi serta beberapa partai organisasi kemasyarakatan dan kelompok serta konten Hoak lainnya,” ujar Fadil.

Baca : Astaga, suami ajak istri hamil delapan bulan konsumsi sabu bersama

Polisi juga telah menyita 4 unit ponsel, sebuah flasdisk, 3 lembar simcard, sebuah buku yang berisi email dan password FB tersangka. Fadil menyampaikan komitmen direktoratnya untuk dapat memonitor pergerakan netizen pengujar kebencian di media sosial.

“Kami akan terus dapat memonitor secara intensif perkembangan dunia sosial media,” ujar Fadil.

Polisi akan menjerat Sri dengan Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tenyang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b ( 1 ) UU no.40 tahun 2006 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

“Sebelum dilakukan penangkapan, Direktorat Sibet telah memeriksa bersama dengan ahli bahasa bahwa konten dalam postingan merupakan larangan didalam UU ITE,” terang Fadil.

Fadil menambahkan pihaknya akan terus melakukan patroli di dunia maya untuk menindak para pelaku ujaran kebencian atau berita bohong ( Hoax ). Dia menambahkan terdapat 12 tersangka sudah di tahan polisi di dalam waktu 2 bulan ini terkait kasus serupa.

“Kami tidak akan segan untuk menegakan hukum bagi para pelaku hatespeech dan hoax.Sejauh ini Satgas Bareskrim telah menangkap sebanyak 12 tersangka didalam 2 bulan ini,” tegas Fadil. ( TVN24 Online )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.