Hina Presiden Jokowi, Polda Metro Jaya akan telusuri akun Facebook IS

hina-presiden-jokowi-polda-metro-jaya-akan-telusuri-akun-facebook-is

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya akan menyelidiki akun media sosial Facebook yang telah menyebarkan nonten negatif termasuk juga melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu telah mengatakan tengah menelusuri akun Facebook berinisial IK tersebut.

“Sekarang masih kami telusuri dulu siap pemilik akunnya”, kata Roberto, Senin, (27/2/17).

Akun Facebook berinisial IK tersebut menggunakan profil seorang wanita berkurudung. IK diketahui mengunggah foto Jokowi yang tengah memakai pakaian adat Maluku. didalam foto yang diunggah tersebut terlihat Presiden tengah diapit oleh Kapolri Jendderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Numantyo. kemudian didalam foto itu dirinya memberikan tulisan bernada mengejek. diketahui dirinya menyebut Presiden Jokowi dengan “Raja Kodok”. akibat dari ejekannya tersebut, dirinya banyak menuai protes dari netizen. sebuah petisipun muncul dari masyarakat yang meminta kepolisian agar segera melakukan proses hukum kepada IK karena telah menghina Presiden Joko Widodo.

Untuk dapat melakukan penangkapan dan mengungkap siapa IK, Roberto mengatakan bahwa polisi tengah berkoordinasi dengan pihak Facebokk untuk membuka setiap akun data walau pada postingan yang telah dihapus oleh pemilik akun. tak hanya itu, kepolisian dan Facebook juga akan juga melakukan penyelidikan terhadap akun yang aktif maupun yang sudah dinonaktifkan untuk menjerat para pelaku penyebar konten negatif.

“Kami perlu melakukan pengecekan dulu akun ini siapa, nulisnya itu kapan serta motifnya apa. salah satunya ya bekerjasama dengan pihak Facebokk agar bisa membuka datanya. baik itu akun yang sudah dinonaktifkan atau belum”, ujar Roberto.

Dirinya juga menuturkan bahwa orang yang ikut serta menyebar luaskan konten tersebut di media sosial juga bisa dijerat.” Ya tergantung motifnya itu apa. kalau sudah berniat jelek ya tentu akan kami proses dan kami jerat”, ujarnya.

Adapun petisi online di change.orag untuk membela presiden Joko Widodo diketahui dibuat oleh Mario Lawalata. dengan targetkan yang sduah mencapai sekitar 35 ribu tanda tangan. dukungan terhadap petisi ini setiap meniat terus bertambah.

“Saya sebagai rakyat merasa sangat tersinggung sekali. Presiden Joko Widodo yang merupakan kepala negara dan orang nomor satu telah dihina oleh seorang perempuan yang seharusnya bertutur kata secara baik kepada siapapun, terutama terhadap seorang kepala negara”, ujar Mario.