Jeritan hari sopir angkot yang kerap mendapatkan makian dari para petugas Dishub DKI Jakarta

Jeritan hari sopir angkot yang kerap mendapatkan makian dari para petugas Dishub DKI Jakarta

TVN24 Online  – Salah satu sopir angkot trayek M10 yang ikut berunjuk rasa di Balai Kota, Tommi, menyayangkan sikap arogansi yang telah dilakukan sejumlah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat menindak sopir angkot yang melintas di sekitar Pasar Tanah Abang.

Dirinya mengatakan, dirinya dan sejumlah rekannya sudah cukup sering mendapatkan perlakuan kasar dalam bentuk makian serta bentakan yang dilakukan oleh para petugas.

Hal itu terjadi saat angkot M10 yang dikendarainya melintas di sekitar Blok A. Kepada Tommi para petugas Dishub tersebut mengatakan bahwa jalur tersebut sudah tidak boleh dilintasi. Para sopir diminta untuk mengambil rute yang lain.

“Saya sering dimaki, pak, mereka bilang tidak boleh lewat lagi. Kemarin-kemarin masih diperbolehkan. Ya harusnya kan bisa dengan cara baik-baik,”ujarnya saat ditemui di depan Gedung Balai Kota, Senin( 22/1/18 ).

Baca juga : Sandiaga Uno akui warga dengan penghasilan dibawah UMP akan sulit membeli rumah DP 0 rupiah

Dirinya mengatakan pelarangan angkot untuk melintas telah mengakibatkan omzetnya menurun dratis.

Dirinya mengakui selama beberapa harin ini tidak ada lagi memberikan uang kepada keluargannya karena sedikitnya penumpang yang didapat.

Dirinya mengatakan, selama puluhan tahun menjadi sopir angkot, baru kali ini dirinya merasakan kebijakan yang dirasa tidak pro masyarakat.

“Sudah puluhan tahun saya menjadi sopir angkot, asam garam sudah saya rasakan. Baru kali ini ada pemerintahan yang gini banget,”ujarnya.

Sementara para sopir angkot yang berasal dari trayek lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Mereka kerap merasakan perbuatan yang tidak menyenangkan dilakukan oleh Dishub.

Merekan berharap para petugas Dishub DKI Jakarta dapat berlaku lebih sopan terkait dengan kebijakan menutup jalan Jatibaru. Mereka juga berharap kebijakan tersebut dapat dicabut segera.

“Saya mohon untuk dapat memperhatikan nasib kami. Kami cuma di Stasiun Tanah Abang mencari penumpang. Sekarang di jalanan tidak ada lagi sewa. Anak-abak kami butuh sekolah. Pak Dishub tolonglah kami yang mencari sesuap nasi,”ujarnya. ( TVN24 Online )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.