Jokowi : tidak ada toleransi bagi aliran radikal dan intoleran

Jokowi : tidak ada toleransi bagi aliran radikal dan intoleran

TVN24 Online  – Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk tegas dan tidak memberikan toleransi terhadap aliran radikal dan intoleransi yang ada di Indonesia.

Apalgi telah ada undang-undang dan Perppu yang menjadi payung hukum untuk menyikapi aliran radikal maupun intoleransi tersebut.

“Saya sudah minta kepada seluruh jajaran yang ada di pemerintahan agar dapat tegas dan tidak memberikan toleransi kepada aliaran radikal dan yang intoleran di negara kita.Apapun organisasinya,”tegas Jokowi didalam pidatonya saat menghadiri dan membuka Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama Nahdatul Ulama NU di Mataram, NTB, Kamis ( 23/11/17 ).

Baca juga : Agus Suradika permalukan Anies Baswedan yang menyebut gaji staf pribadi Ahok digaji dari dana swasta

Didalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengatakan Indonesia telah dikenal baik dalam hal toleransi. Sehingga para tokoh agama dari negara manapun seperti Afganistan dan Pakistan berencana datang ke Indonesia untuk dapat belajar langsung cara Indonesia dapat menjaga kedamaian meskipun memiliki pulau bahasa serta keberagaman yang sangat luas.

“Para ulama besar dari Pakistan, Afganistan dan termasuk kelompok Taliban akan bertemu dengan para ulama yang ada di Indonesia. Tahapan berikutnya ulama kita yang kita pilih bisa datang ke negara itu untuk memberikan pengalaman yang ada di Indonesia,”kata Jokowi.

Menurutnya, negara tersebut menilai Indonesia sebagai negara yang tidak punya kepentingan, netral serta sejuk, apalgi dengan adanya organisasi terbesar di Indonesia yaitu NU.

Dirinya juga berharap dari hasil pembahasan dan rekomendasi para ulama yang mengikuti Munas dan Konferesi NU di Mataram bisa menyampaikan kepada pemerintah agar pihaknya bisa menindaklanjuti terutama yang berkaitan dengan radikalisme dan gerakan intoleransi.

Dirinya mengaku akan meminta pertimbangan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk dapat segera mengatasi aliran-aliran yang menganggu perdamaian di Indonesia. ( TVN24 Online )