Laporan di peti-es kan, Antasari sambangi Polda Metro Jaya minta kepastian

laporan-di-peti-es-kan-antasari-sambangi-polda-metro-jaya-minta-kepastian-01

TVN24 Online, Jakarta- Antasari Azhar dipastikan akan menyambangi Mapolda Metro Jaya pada pekan depan. mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru saja menerima grasi dari presiden Jokowi itu datang untuk meminta polisi untuk menyelidiki laporannya mengenai SMS gelap pada 2011 lalu.

Bersama dengan pengacaranya, Boyamin Saiman, dirinya melayangkan dua laporan sekaligus terkait dengan SMS gelap tersebut. mereka meminta agar pihak kepolisian agar segera mengusut SMS palsu yang telah mengantarkan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi mendekam di penjara selama bertahun tahun tahun. hingga dirinya telah dinyatakan bebas tanpa syarat, laporan nya terkait dengan SMS gelap pada tahun 2011 tidak juga mendapatkan hasil yang baik.

“Rencananya minggu depan pada Rabu ( 1 Februari ) atau kemungkinan Kamis ( 2 Februari ) ke Polda Metro Jaya”, ujar pengacara Antasari Boyamin.

Untuk ke Polda Metro Jaya, dirinya juga berencana bersama dengan adik mantan bos PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin juga dipastikan akan ikut bersama dengan antasari ke Polda Metro Jaya. hal ini bukan tanpa sebab, andi juga tenggah mencari dan memperjuangkan keadilan untuk mencari dan mengusut dalang pembunuhan kakaknya yang sebenarnya.

“Selain saya, akan ada juga dari pihak keluarga korban. kalau pak Antasari sendiri anggap saja dirinya sudah bebas. tetapi kan masih ada satu lagi keadilan yang belum selesai, yakni keluarga dari korban juga tenggah mencari pelaku pembunuhan sesungguhnya”, kata Boyamin.

Dalam menyambangi Polda Metro Jaya, Antasari juga tidak akan membawa bukti baru. kedatangan dirinya hanya untuk menagih janji pihak kepolisian sampai dimana kinerja di dalam menindaklanjuti laporannya terkait SMS gelap tersebut.

“Dulu dari pihak polisi kan statement awal kasus dalam pembunuhan ini karena adanya rebutan cewek, terbukti kaitannya ada SMS, nah itu polisi yang merangkai cerita dan kemudian itu dijadikan dakwaan jaksa di pengadilan, dan setelah di sidang, ternyata tidak ada ( SMS )’, ujar Boyamin.

Di kabarkan SMS yang diterima mantan bos PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen itu telah dianggap merupakan sms dari ponsel antasari. padahal Antasari Azhar tidak pernah mengirimkan pesan yang dimaksud. pesan yang diterima oleh Nasruddin diduga sangat kuat di kirimkan oleh hacker atau orang lain dengan cara membajak nomor ponsel antasari.

Apalagi sewaktu di persidangan, tidak ditemukan bahwa SMS gelap itu berasal dari Antasari. oleh karena itu, pihak kepolisian diminta agar bertanggungjawab atas berita acara pemeriksaan yang telah dbuatnya dengan segera mengusut kasus SMS itu hingga tuntas.

“Dikatakan ada SMS, ada pula saksi yang mengatakan ada SMS, ya sekarang bongkar saja BAP itu, pernah atau tidak dilakukan print out ( Bukti SMS ) atau pihak polisi kembali lagi ke Telkomsel untuk mencari, ada atau tidak sms dari pak Antasari waktu itu, wong itu kan tugasnya polisi kok”, kata Boyamin.

“Jadi gimana kan tugas polisi, kalau memang tidak sanggup bilang saja tidak sanggup. jangan gini, jadi kan kita bisa menempuh jalur hukum lainnya”, tandas Boyamin.( TVN24 Online)