Nur Afni : program pelatihan OK OCE sangat memalukan

Nur Afni : program pelatihan OK OCE sangat memalukan

TVN24 Online – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) DKI Jakarta, Nur Afni Sajim mengkritik pelatihan OK OCE yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta.

Dirinya menyebutkan didalam pelatihan tersebut aneh karena pelatih hanya memberikan pelatihan secara lisan tanpa adanya praktik. Afni mengetahui hal tersebut kaena mengaku selalu menghadiri pelatihan OK OCE yang digelar di Jakarta Barat.

“Saya ini binggung, ini sangat aneh, ini peatihan yang paling aneh yang pernah saya datangi. ( OK OCE ) ini pelatihan cuap-cuap, Pak, saya kontrol betul di Jakarta Barat,”ujar Afni saat rapat di Komisi B bersama dengan Dinas Koperasi UMKM dan perdagangan DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI , Selasa ( 9/1/18).

Afni menjelaskan, pelatihan yang telah digelar di tiap kecamatan itu dinilai tidak siap. Dirinya menyebutkan peserta pelatihan direkrut secara asal-asalan oleh pihak lurah. Akibatnya, banyak peserta yang tidak mengerti pelatihan apa yang mereka ikuti.

Baca juga :  Pengacara Ahok benarkan surat gugatan cerai terhadap Veronica Tan

“Jangan dipaksakan apabila memang tidak siap. Akhirnya pelatihan itu memalukan kalau saya kata. Masih bagus anggota dewan reses daripada pelatihan itu,”ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan apa yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI kepada calon wirausaha setelah memberikan pelatihan. Sebab, Pemprov DKI Jakarta sendiri tidak menyediakan lokasi sementara ataupun lokasi binaan untuk mereka berwirausaha.

Lagipula, selain dinas UMKM ada Dinas Perindustrian dan Energi serta Dinas Tenaga Kerja yang juga telah memberikan pelatihan disertai praktik. menurut Afni, Dinas UMKM lebih baik mengalokasikan anggaran tersebut untuk kebutuhan lain.

“Anggaran segitu banyak hanya banyak pelatihan, Dinas Energi mengadakan pelatihan, buat apa? Kenapa UMKM tidak bikin loksem yang banyak, tampung semua pedagang,”ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi mengakui bahwa pelatihan yang dilakukan oleh Suku Dinas UMKM di setiap wilayah memang hanya berupa pelatihan lisan. Sebab pelatihan yang lebih teknis akan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Energi serta Dinas Tenaga Kerja.

“Pelatihan teknis ada di Dinas perindustrian dan Energi serta Dinas Tenaga Kerja. Kalau kami ya cuap-cuap, memberikan motivasi bagaimana orang bisa berdagang, bagaimana semua orang bisa berusaha, bagaimana menjadi pengusaha, pasti ada cuap-cuap,”kata Irwandi. ( TVN24 Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.