Pemerintah akan “Merumahkan” PT Freeport jika kalah di Arbitrase

pemerintah-akan-merumahkan-pt-freeport-jika-kalah-di-arbitrase

Tvn24 Online – Pemerintah Indonesia meminta PT Freeport untuk segera menghentikan seluruh operasinya setelah tahun 2021 mendatang jika kalah di dalam arbitrase. Pemerintah juga menjamin bahwa lahan tambang Grasberg yang tengah dikelola oleh PT Freeport akan segera kembali ke negara dalam kurun waktu empat tahun lagi. hal itu bisa terjadi apabila Freeport kalah didalam ranah sengketa perdata di luar peradilan umum.

Menteri Koordinator bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai bahwa arbitrase adalah salah satu langkah yang diinginkan perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat PT Freeport. dirinya juga mengatakan apabila kalah, maka Freeport harus berani menanggung akibatnya.

“Apakah di dalam masalah arbitrase ini menjadi perimbangan untuk dapat melanjutkan operasionalnya. ya itu tergantung, jika mereka kalah, maka lahannya akan kembali menjadi milik pemerintah Indonesia. mereka yang minta begitu, ya sudah”, ujar Luhut saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang kemaritiman, Selasa ( 21/2/17).

Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah sangat yakin akan menang melawan perusahaan raksasa tersebut. karena peraturan dan perundang undangan yang telah dibuat pemerintah jauh lebih kuat kedudukan hukumnya dibandingkan dengan kontrak kerja yang ada di perusahaan. menurutnya, sudah saatnya pemerintah harus berani dan tidak tunduk kepada koorporasi.

“Sudah 50 tahun, masa pemerintah Indonesia tidak dapat menjadi mayoritas? kami tahu dan sudah jelas dengan undang undang dan peraturan yang telah kami susun. selain itu, itu kan pengadilannya juga Indonesia dan berlokasi di Indonesia”, imbuhnya.

Sembari menanti hasil dari Arbitrase, dirinya mengatakan, pemerintah tengah menyusun skema pendanaan apabila freeport benar benar dirumahkan pada 2021 mendatang. dirinya mengatakan, pemerintah akan mengupayakan dengan segala cara agar dapat mengelola tambang Grasberg termasuk didalam mengoptimalkan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha swasta.

Dirinya juga sangat yakin, nilai saham induk usaha dari Freeport – McMoran Inc akan terjun bebas selepas kalah arbitrase nanti. dengan demikian, ada kemungkinan valuasi asetnya yang ada di Papua juga akan turun mengikuti pergerakan sahan Freeport.

“kalau sudah murah ya kami akan langsung membeli 30 persen saham mereka. jadi jangan sampai diatur atur lagi”,jelasnya.

Seperti diketahui, Freeport McMoran Inc secara terang terangan menyatakan bahwa perusahaan mereka memberi waktu selama 120 hari kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kembali poin poin perbedaan antara Freeport Indonesia dan Pemerintahan Indonesia terkait dengan pemberian ijin rekomendasi ekspor berdasarkan pada ketentuan KK.(Tvn24 Online)