Pengamat : Pemprov DKI terkesan arogan dalam penyelesaian Tanah Abang

Pengamat : Pemprov DKI terkesan arogan dalam penyelesaian Tanah Abang

TVN24 Online  – Pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengaku sangat heran dengan kebijakan yang telah diambil Pemprov DKI Jakarta terkait dengan penyelesaian masalah pedagang kaki lima ( PKL ) di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dirinya menilai pendekatan didalam penyelesaian masalah Tanah Abang oleh pihak Pemprov DKI Jakarta terkesan arogan. Dirinya menyebutkan dikatakan arogan karena penyelesaian itu terkesan memaksa dan melanggar aturan yang ada.

“Ya itu namanya memaksakan dan melanggar aturan yang ada. Jalan raya kan untuk transporttasi atau berlalu lintas,”ujar Tigor, Selasa ( 26/12/17 ).

Baca juga : Kemendagri tegaskan tidak pernah mencoret TGUPP, ternyata…

Dirinya mengaku tidak habis pikir bahwa jalan raya yang selama ini masih menjadi salah satu persoalan kemacetan di Jakarta justru dijadikan tempat berjualan.

“Saya sangat gagal paham. Harusnya ini mencari solusi kemacetan, ini malah menambah masalah kemacetan. Jalan raya kok dijadikan sebagai tempat untuk berjualan,”ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya pro dan kontra baik di masyarakat dan pedagang yang ada di Tanah Abang, Tigor menyatakan bahwa ada sesuatu yang salah didalam kebijakan tersebut.

“Artinya pembuat kebijakan itu tidak bersungguh-sungguh mendengar suara dari para pedagang dan suara rakyat. Kebijakannya hanya disusun dan dibuat di meja rapat saja,”ujar Tigor.

Jika terdapat pro dan kontra yang terbagi kepada kedua belah pihak yakni para pedagang yang pro dengan adanya kebijakan tersebut dan masyarakat yang kontra atas kebijakan tersebut. Tigor menilai hal tersebut wajar. Namun adanya kontra dari pihak pedagang maka dirinya menilai ada sesuatu yang salah dibalik kebijakan Pemprov DKI Jakarta. (  TVN24 Online )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.