Pernah diminta menikah, pelaku penyerangan gereja pernah bilang ke ayahnya ingin menikahi bidadari

TVN24 Online – Orangtua Suliono, seorang pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo , kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman telah sempat meminta anaknya agar pulang dan tinggal di Banyuwangi untuk menikah.

Namun, anaknya nenolak permintaan orangtuanya karena jika menikah dirinya ingin menikah dengan bidadari.

“Saya sudah suruh pulang, nikah saja, tapi dia tidak mau, katanya mau menikah dengan bidadari,”kata Mistadji, ayah Suliono, Minggu ( 11/2/18 ).

Suliono merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Mistadji dan Edi Susiyah. Keempat bersaudara tersebut merupakan laki-laki. Menurut pengakuan pria yang diketahui sebagai buruh tani tersebut, Suliono dikenal sebagai anak yang baik dan rajin beribadah.

Sementara, Mubarok ( 58 thn ) salah seorang tetangga Suliono yang juga mantan Kepala Desa Kandangan, Minggu ( 11/2/18 ) mengatakan sangat mengenal baik dengan keluarga Suliono bahkan saat Suliono masih anak-anak.

Baca juga :  Puan Maharani sambut baik ide presiden Jokowi untuk mengirim BEM UI ke Asmat

“Dia anaknya rajin beribadah sejak kecil dan sering diminta saya untuk mengaji saat ada acara pengajian karena suaranya saat membacara Al Quran bagus sekali. Anaknya juga sangat cerdas,”ujar Mubarok.

Saat lulus SMP, menurut Mubarok, Suliono pernah mondok selama enam bulan di Pondok Pesantren Ibnu Sina Genteng Bayuwangi yang merupakan milik KH Maskur Ali, Ketua PCNU Banyuwangi. Namun Suliono keluar karena mengaku tidak sepaham dengan ilmu yang diajarkan.

“Saat dia keluar dan pindak ke Witabonda Morowali, dirinya tinggal bersama dengan kakaknya. Namun karena alasan tidak sepaham dengan kakaknya, dia pindah lagi ke Palu. Saya tahu kakaknya selalu berkomunikasi dengan saya dan Suliono juga pernah bilang ke saya tidak sepaham dengan pemikirannya dengan apa yang telah saya yakini,”jelasnya.

Suliono diketahui melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam saat ibadah misa yang dilakukan di Gereja Santa Lidwina Bedoq, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/18) pagi. Akibat penyerangan tersebut, sebanyak tiga umat dan satu orang romo serta satu orang polisi mengalami luka akibat sabetan pedang. ( TVN24 Online )

Tinggalkan Balasan