Polda Jabar bakal bawa paksa Rizieq bila tidak hadir

polda-jabar-bakal-bawa-paksa-rizieq-bila-tidak-hadir

TVN24 Online – Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI ) Rizieq Shihab yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinan lambang negara Pancasila akan diperiksa oleh Polda Jawa Barat, Selasa (7/2/17) besok.

Bila tersangka tidak mengindahkan dan datang tanpa alasan yang jelas, pihak kepolisian akan segera mengeluarkan surat perintah membawa yang bersangkutan.

“Pemanggilan terhadap yang bersangkutan sudah disampaikan. apakah pada hari Selasa akan hadir atau tidak itu terserah. Kalau yang yang bersangkutan tidak hadir, Kami akan segera melayangkan panggilan kedua beserta dengan surat perintah membawa”, ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Anton Charliyan di sela melakukan kunjungan ke Komplek Pondok Pesantren Buntet, Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu ( 5/2/17).

Menurut Kapolda Jawa Barat, bahwa setiap warga negara Indonesia yang tinggal di Indonesia harus taat kepada hukum.

“Sebagai warga negara kita harus hormat, baik kepada orangtua, guru dan negara”, ujarnya.

Jika Selasa Besok Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI ) datang ke Markas Polda Jawa Barat di Bandung, Dirinya minta tidak adanya pengerahan massa. Karena dirinya menilai dengan kedatangan massa bisa menganggu ketertiban.

“Mengerahkan massa harusnya ada ijin. Pemanggilan tidak perlu memobilisasi massa karena akan menganggu ketertiban. Lebih baik tidak usah memobilisasi, Ini bukan negara jalanan dan bukan negara demo”, kata Anton.

Sementara itu terkait dengan rencana kuasa hukum dari Rizieq untuk mengajukan praperadilan, dirinya menilai itu adalah merupakan hak dari setiap warga negara.

Pada Senin ( 30/1/17) yang lalu, Polda Jawa Barat sudah menetapkan Rizieq sebagai tersangka dalam kasus penghinaan terhadap lambang negara Pancasila serta pencemaran nama baik.

Penetapan status tersangka kepada Rizieq dilakukan setelah Polda Jawa barat melakukan gelar perkara ketiga.

Rizeq dilaporkan ke pihak kepolisian oleh putri presiden pertama RI, Sukmawati Soekarno Putri dengan dugaan telah melakukan penodaan terhadap lambang negara.

Menurut putri sang Proklamator, Rizieq juga pernah menyatakan ‘ Pancasila Soerkarno Ketuhanan ada di Pantat, Sedangkan Pancasila pada Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala‘.

Kalimat tersebut disampaikan Rizieq sewaktu melakukan ceramah di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat pada enam tahun yang lalu.

Pekan lalu, Rizieq menyatakan dirinya tidak mau memenuhi panggilan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat. Rizieq tidak hadir dikarenakan menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka melalui jalur praperadilan.

“Kemungkinan tidak akan hadir. karena ada praperadilan, jadi tidak hadir”, ujar Ketua Bantuan hukum dari Front Pembela Islam ( FPI ) Jawa Barat, Kiagus M Choiri dalam konferensi pers nya di Bandung, Jumat ( 3/2/17).

Choiri menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu surat penetapan kliennya sebagai tersangka. begitu surat itu telah diterima, pihaknya akan langsung mengajukan praperadilan ke PN Bandung.

“Pada saat pengajuan gugatan kemungkinan ( Rizieq ) tidak akan hadir. untuk sidang praperadilan pun belum dilakukan konfirmasi ( Rizieq ) hadir atau tidak”, tuturnya.

Yang pasti, menurut Choiri, saat pihaknya sedang mengajukan praperadilan, Kliennya itu tidak perlu lagi memenuhi panggilan dari Polda Jawa Barat untuk pemeriksaan.sebab, kliennya sedang menempuh jalur hukum praperadilan atas penetapan statusnya sebagai tersangka.

Mengenai gugatan praperadilan, tim kuasa hukum Rizieq menyatakan akan menunggu surat penetapan tersangka. setelah surat diterima, tim nya akan segera mengajukan praperadilan ke Pengadilan negeri Bandung.

Choiri juga mengatakan bahwadraf praperadilan sudah disiapkan.pihaknya tinggal mengisi hal hal yang tertulis di dalam surat penetapan sebagai tersangka.

Menurutnya, surat penetapan tersangka memiliki arti yang sangat penting karena akan menjadi dasar dari gugatan praperadilan.

“Kalau tanggal 6 kami sudah terima surat dari Kepolisian, maka hari itu juga kamu akan mengajukan gugatan”, katanya.

Choiri juga mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah mendatangi Polda Jawa Barat untuk mengambil surat tersebut. namun polisi menyatkan bahwa surat itu akan dikirim lewat jalur pos. (TVN24 Online)