Prabowo murka,Yansen dipecat dari keanggotaan partai Gerindra.

Prabowo murka,Yansen dipecat dari keanggotaan partai Gerindra.

TVN24 Online –  Partai Gerindra memecat Yansen Binti yang merupakan anggota DPRD Kalimantan tengah dari keanggotaan partai.

Yansen sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka didalam kasus pembakaran tujuh unit sekolah di Palangkaraya.

Masalah terkait dengan Yansen tersebut disebut sempat disinggung didalam rapat internal Partai Gerindra.

“Tadi sudah diperintahkan 08 ( Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ) untuk di usut, sidik tuntas dan pemecatan. Kebetulan kami tadi melakukan rapat,” kata Ketua Bidang Hubungan Antar Kepolisian dan TNI Partai Gerindra, Wenny Warouw di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat ( 8/9/17 ).

Penetapan Yansen menjadi salah satu tersangka menjadi alasan kuat untuk melakukan sanksi pemecatan dari Partai Gerindra.

Wenny juga menambahkan, Prabowo telah menegaskan bahwa partai perlu untuk mempertahankan nama baiknya.

Adapun masalah pemecatan resmi terutama di sisi administrasi, Wenny menyampaikan bahwa hal tersebut bukanlah masalah sulit.

Baca :  KPK kembali OTT hakim Tipikor Bengkulu Dewi Suryana, Hukum korupsi terlalu ringan ?

“Kalau itu mudah,” kata Wenny yang juga merupakan anggota komisi III DPR RI.

Pihak Polda Kalimantan Tengah telah menetapkan Yansen dan AG sebagai tersangka didalam kasus pembakaran 7 unit sekolah.

Polisi sebelumnya juga telah menetapkan sebanyak 7 tersangka didalam kasus pembakaran tersebut.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 187 Juncto 55 KUHP yang berbunyi ” Barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan maupun banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun,”.

Usai ditetapkan sebagai tersangka didalam kasus tersebut, Yansen langsung dibawa ke Bareskrim Polri Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

DIdalam peristiwa pembakaran sekolah tersebut, Yansen dituduk menjadi otak pelaku yang mengkoordinasi ketujuh orang dan anak buahnya untuk membakar sejumlah sekolah.

Dirinya di duga memberikan dana untuk membeli sejumlah peralatan untuk membakar sekolah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan, dari hasil keterangan sementara, motif Yansen melakukan pembakaran sekolah adalah mencari perhatian Gubernur Kalimantan Tengah.

“Saat ini masih di dasarkan kepada yang bersangkutan, tersangka hanya ingin mendapatkan perharian dari Gubernur Kalteng, mungkin hal tersebut terkait dengan pengadaan proyek dan saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujar Martinus saat ditemui di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu ( 6/9/17 ). ( TVN24 Online )