Rizieq sebut akan pulang ke Indonesia bila Jokowi turun

Rizieq-sebut-akan-pulang-ke-Indonesia-bila-Jokowi-turun

TVN24 Online – Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI ), Sugito Atmo PRawiro mengatakan bahwa kliennya tidak akan kembali ke Indonesia untuk dapat memenuhi panggilan pemeriksaan polisi didalam kasus chat Whatsapp yang di duga berkonten pornografi antara Rizieq dan Firza Husein.

Sugito menganggap kasus yang kini menyeret nama Rizieq beraroma politis. Menurutnya, Jika hukum di Indonesia belum tegak, Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia untuk memenuhi panggilan polisi.

“Sebelum hukum dapat ditegakan secara adil kepada semuanya, tidak tegak untuk kepentingan kekuasaan. Rizieq mempertimbangkan untuk tidak pulang dulu ke Indonesia,” ujar Sugito, Rabu ( 17/5/17 ).

“Habib bisa saja belum ingin pulang sampai Jokowi tidak lagi menjadi presiden,” ujar Sugito.

Sugito menyampaikan bahwa kasus ini digulirkan karena ada pihak yang kecewa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok dipenjara karena kasus penodaan agama.

“Saya menduga kalau ini ada orang yang kecewa terhadap kekalahan Ahok. Pertama ini Presiden Jokowi, PDI-P dan Megawati,” ucap dia.

Menurutnya, ada pihak yang takut terhadap kekuatan Rizieq. Sebab, sambungnya, Rizieq dapat mengumpulkan massa seperti pada saat aksi 411 dan 212 beberapa waktu yang lalu.

‘Saya duga ini akan sangat bahaya di 2019, Rizieq tidak masuk penjara, beliau masih punya kekuasaan untuk memobilisasi massa,” kata Sugito.

Oleh karena itu, lanjut Sugito, Rizieq akan menghadapi situasi ini dengan menyiapkan langkah strategis.

“Kalau kami pasang badan untuk kembali ke Indonesia untuk dipermalukan tanpa dapat dibuktikan, ya Habib tidak maulah,” ujarnya.

Terkait dengan kasus ‘Baladacintarizieq’, Polda Metro Jaya telah menetapkan Firza sebagai tersangka setelah pihak penyidik melakukan gelar perkara dan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi ahli.

Polisi juga telah meminta keterangan dari teman dekat Firza yaitu Kak Emma. Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan ahli telematika.

Berdasarkan pengembangan dan hasil dari analisis ahli pidana, kasus ‘Baladacintarizeq’ telah memenuhi unsur pidana. Sementara itu, ahli telematika menyebut percakapan yang di duga dilakukan Firza dan Rizieq itu adalah asli dan bukan rekayasa.

Dalam kasus ‘Baladacintarizieq’ Firza akan dijerat pasal 4 ayat 1 Jo pasal 29 dan atau pasal 6 Jo pasal 32 dan atau pasal 8 Jo pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi yang diancam dengan hukuman diatas 5 tahun penjara.

Pihak penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan Rizieq didalam kasus ini, namun Rizieq tidak memenuhi panggilan tersebut dengan alasan berada di luar negeri.( TVN24 Online ).