Sandiaga mengatakan telah ada penurunan kemacetan sebesar 56 persen setelah penataan di Tanah Abang

Sandiaga mengatakan telah ada penurunan kemacetan sebesar 56 persen setelah penataan di Tanah Abang

TVN24 Online  – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan adanya penurunan kemacetan yang terjadi di kawasan Tanah Abang usai penataan dilakukan.

“Tetapi ternyata telah ada penurunan kemacetan yaitu sekitar 56 persen bila dibandingkan di hari-hari yang sama pada minggu-minggu sebelumnya,”ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat ( 29/12/17 ).

Kepala Unit Jakarta Smart City , Setiaji mengatakan data penurunan kemacetan tersebut didapat berdasarkan laporan kemacetan para pengguna perangkat navigasi Waze.

“Jadi di Waze itu kan ada pengguna yang melaporkan kondisi kemacetan. Nah, di Jakarta ini kan ada lbih dari 2 juta pengguna Waze aktif setiap harinya yang melaporkan kondisi kemacetan. Nah itu yang telah kami hitung,”kata Setiaji.

Dirinya mengakui bahwa data tersebut berdasarkan laporan per 14-26 Desember 2017.

Baca juga : Siap usung Edi Rahmayadi, Golkar tinggalkan Ery Nuradi ?

“Secara spesifik ada titik kemacetan yang dapat dilaporkan oleh pengguna Waze yaitu berjarak 1 kilometer dari rute TransJakarta explorer,”ujarnya.

Meskipun demikian, Sandiaga mengatakan bahwa data tersebut belum valid. Sebab rentang waktu pengambilan data tersebut bertepatan dengan hari libur Natal.

“Jadi untuk yang mendukung di media sosial, yang telah menyebut penataan Tanah Abang adalah langkah brilian Anies-Sandi. Jangan senang dulu, jangan euforia dulu. Karena ini tidak valid datanya. Karena kita telah masuk ke masa liburan. Jadi data were not lie, data is fair,”ucap Sandiaga.

Dirinya berharap konsep penataan ini dapat mengurangi kemacetan di Tanah Abang dan sekitarnya.

“Jadi kalau dibandingkan memang telah ada penurunan yang singnifikan, tetapi sekali lagi data ini sangat mungkin bias. Tentunya berkaitan dengan adanya libur Natal dan minggu depan juga karena masih adanya efek libur tahun baru, angka ini mungkin belum menjadi representasi. Namun kami berjanji setiap minggunya akan dicoba untuk di evaluasi,”ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta menutup dua jalur di Jalan Jatibaru, mulai pukul 08.00 – 18.00 wib.

Satu jalur akan digunakan untuk PKL berdagang, sedangkan satu jalur lainnya akan digunakan untuk jalur TransJakarta. Para PKL akan disediakan tenda yang bisa didapatkan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Penutupan jalan ini merupakan salah satu konsep penataan Tanah Abang jangka pendek ala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (  http://www.tvn24online.net)