Saracen si penyebar ujaran kebencian bernilai puluhan juta

Saracen si penyebar ujaran kebencian bernilai puluhan juta

TVN24 Online  – Kelompok teroganisir dalam penyebaran ujaran kebencian ” Saracen” melakukan aksinya karena motif ekonomi.

Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwan Anwar mengungkapkan bahwa didalam melakukan aksinya, kelompok tersebut bekerja sesuai dengan permintaan dari pihak yang memesan.

“Itu semua tergantung dari si pemesan. Kalau pesanannya ingin menjelek-jelekan islam, dia sendiri memiliki akun lebih dari 2.000, yang pemerintah juga bisa,” ujar Irwan saat merilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu ( 23/8/17 ).

Irwan mengatakan bahwa kelompok ini memiliki ribuan akun di media sosial.

Baca :  Benarkah PAN sakit hati sehingga tidak mengundang presiden Jokowi saat Rakernas ?

Akun tersebut akan digunakan untuk menjelek-jelekan kelompok tersebut yang sesuai dengan permintaan dari pemesan.

Irwan menambahkan bahwa produk ujaran kebencian tersebut telah dibuat melalui ribuan akun didalam kelompok yang dimiliki.

“Misalnya kurang dari 2.000 akun tersebut akan dibuat meme. Misalnya untuk menjelekan Islam. Ribuan lainnya itu dipergunakan untuk menjelekan Kristen,” kata Irwan.

Kelompok “Saracen” biasanya menggunakan proposal terkait dengan paket ujaran kebencian yang akan ditawarkan kepada pemesan.

“Didalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal yang ditawarkan memiliki nilai puluhan juta,” kata Irwan.

Irwan mengungkapkan bahwa saat ini pihak penyidik masih mendalami terkait dengan kelompok dan produk ujaran kebencian yang dibuat oleh kelompok ini.

Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri telah berhasil menangkap kelompok “Saracen” yang di duga telah melakukan kampanye untuk menyebarkan ujaran kebencian di dunia maya.

Pihak Kepolisian telah menangkap kelompok “Saracen” yang terdiri dari JAS ( 32 ) yang ditangkap di Pekan Baru, SRN ( 32 ) yang ditangkap di Cianjur serta MFT yang ditangkap di Koja, Jakarta Utara. ( TVN24 Online)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.