Sebar dan fitnah PSI jelmaan PKI, lima akun medsos dipolisikan

Sebar dan fitnah PSI jelmaan PKI, lima akun medsos dipolisikan

TVN24 Online  – Sekretaris Jenderal dari Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) Raja Juli Antoni melaporkan lima akun media sosial ke pihak Bareskrim Mabes Polri.

Menurutnya, kelima akun tersebut di duga menyebarkan fitnah, merekayasa dan menyebarkan isu bahwa partai yang dipimpinnya memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Indonesia ( PKI ) melalui unggahannya.

“Kami sebagai partai anak muda disebut melalui akun instagram dan twitter bahwa PSI itu merupakan reinkarnasi PKI. Ini adalah fitnah yang terlalu kejam,” ujar Toni saat ditemui di kantor Bareskrim Mabes Polri, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa ( 26/9/17).

Adapun Toni melaporkan lima akun ke pihak Bareskrim Polri yaitu akun Instagram @jenderaltua1945, akun Twitter @Tesutrisna, @bajugurceleng, @Salmanafaridzi serta @ Nobabibong2019.

Saat melaporkan kelima akun tersebut, Toni membawa barang bukti berupa gambar yang menampilkan unggahan salah satu akun yang intinya menyebut lambang PSI identik dengan PKI. Toni lantas membantah tuduhan tersebut.

Baca juga : Eggi : Rizieq mengatakan adanya indikasi kebangkitan PKI

Dirinya menegaskan bahwa PSI merupakan partai anak muda yang baru saja berdiri dan tidak terikat dengan konflik ideologi yang terjadi pada 1965.

Dengan masifnya tudingan bahwa PSI pro PKI diarahkan ke partainya, Toni menilai ada pihak-pihak yang tidak ingin PSI tetap eksis.

“PSI adalah partai anak muda yang masih fresh,partai anak muda yang tidak ada hubungannya dengan konflik ideologis yang terjadi pada tahun 1965,”ucapnya.

“Logo PSI ini sendiri bergambar mawar, ada lima kelopok dari mawar tersebut yang menggambarkan Pancasil. Jadi tidak mungkin kami anti-Pancasila. Tiga kelopak didalamnya bergambar Trisakti, ide dari Bung Karno dan semua telah dijelaskan di AD ART partai,” kata Toni.

Meskipun demikian, pihak Bareskrim belum dapat memproses lebih lanjut mengenai laporan yang dibuat PSI. Menurut Toni, dirinya masih perlu melengkapi beberapa hal teknis dan berkoordinasi dengan unit cyber crime Mabes Polri.

“Sudah diterima laporan dari kami, tapi masih ada beberapa hal yang menyangkut administrasi teknis yang harus di koordinasikan dengan bagian kepolisian,” tuturnya.( TVN24 Online )