Sempat fitnah Ahok, auditor BPK kasus Sumber Waras terjaring OTT KPK

Sempat-fitnah-Ahok-auditor-BPK-kasus-Sumber-Waras-terjaring-OTT-KPK

TVN24 Online – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah melakukan penahanan terhadap empat orang tersangka di dalam kasus dugaan suap terkait dengan predikat wajar tanpa pengecualian ( WTP ) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT ). Keempat tersangaka tersebut terkena Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) yang dilakukan KPK ini ditahan di rumah tahanan ( rutan ) berbeda.

“Terhadap 4 orang tersangka didalam kasus suap ke auditor BPK, akan dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 27 mei hingga 15 juni 2017,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada sejumlah wartawan , Sabtu ( 27/5/17 ).

Tersangka yang pertama yang keluar dari gedung KPK adalah Ali Sadli yang merupakan auditor BPK. Ali Sadli terlihat mengenakan rompi tahanan warna orange khas KPK saat keluar pada pukul 23.09 wib dan langsung masuk ke mobil tahanan KPK.

Tersangka yang kedua adalah Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon I BPK. Rochmadi terlihat keluar dari kantor KPK sekitar pukul 23.16 wib sambil menutupi wajahnya.

Sedangkan tersangka lainnya Jarot Budi Prabowo yang merupakan pejabat eselon III Kemendes PDTT dan Sugito yang merupakan Irjen Kemendes PDTT ditahan pada pukul 23.23 wib. Saat keluar terlihat para tersangka enggan untuk berkomentar dan langsung menuju masuk ke mobile tahanan.

Baca juga : Jadi lembaga terkorup, KPK tangkap auditor BPK dalam operasi tangkap tangan

“Tersangka SUG dan JBP akan ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan RS akan ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur serta ALS akan ditahan di Rutan cabang KPK di Guntur,” sebut Febri.

Didalam kasus ini, Rochamadi diduga sebagai penerima suap. Sementara perantara penerimanya adlaah Ali Sadli. Perantara pemberinya diduga dilakukan Jarot Budi Prabowo dengan tersangka pemberi utamanya adalah Sugito.

Suap ini terkait dengan pemberian predikat wajar tanpa pengecualian ( WTP ) BPK terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT.  Pihak KPK menyebutkan suap didalam kasus ini adalah sebesar Rp.240 juta dengan pemberian awal pada awal Mei sebesar Rp.200 juta.

 “Jadi ada dua tahapan fee yang diberikan yang pertama sebelum WTP keluar dan yang kedua setelah keluarnya WTP,” sebut Febri.

Dari OTT yang dilakukan tim KPK kemarin ( 26/5/17 ) , KPK berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.40 juta dari ruangan Ali Sadli serta uang sebesar USD 3.000 dan Rp.1.145 miliar dari ruangan Rochmadi. Hingga saat ini KPK masih terus menyelidiki keterkaitan uang yang diamankan dari ruangan Rochmadi didalam kasus ini. ( TVN24 Online ).