Tidak profesionalnya KPUD DKI Jakarta dari pemunggutan suara sampai rapat pleno

tidak-profesionalnya-kpud-dki-jakarta-dari-pemunggutan-suara-sampai-rapat-pleno

TVN24 Online – Komisi Pemilihan Umum 9 KPU ) DKI Jakarta telah menetapkan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta berhak untuk mengikuti putaran kedua di Pilkada DKI Jakarta.

Kedua pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang berhak untuk mengikuti putaran kedua adalah calon gubernur dan wakil gubernur dengan no urut pemilihan dua, Basuki Thajaja Purnama atau Ahok – Djarot Saiful Hidayat dan pasangan dari no urut pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Digelarnya putaran kedua untuk kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut menurut KPU DKI Jakarta karena pada pemungutan suara pada 15 Februari 2017 lalu belum ada pasangan calon yang berhasil meraih 50 persen plus satu suara.

“Ketiga pasangan calon tidak ada satu pun yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai syarat untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang Undang kekhususan kita, Undang Undang no 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi DKI Jakarta”,kata Sumarno saat membuka rapat pleno.

Terlihat pasangan dengan no urut pemilihan tiga Anies BAswedan-Sandiaga Uno hadir di dalam rapat pleno tersebut. sementara Ahok-Djarot diketahui telah memutuskan untuk meninggalkan lokasi rapat karena waktu pelaksanaan telah molor dari jadwal.

Pasangan dari no urut dua ini akhirnya diwakili oleh tim sukses.

Adapun hasil yang telah dilakukan rekapitulasi oleh KPU DKI Jakarta mencatat bahwa perolehan suara untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur no urut pemilihan satu yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 937,955 suara atau sekitar 17,07 persen. sementara pasangan dengan no urut dua Basuki Thajaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat berhasil mengumpulkan 2.364.577 suara atau sekitar 42.99 persen. sedangkan pasangan no urut tiga Anies Baswedan- Sandiaga Uno berhasil memperoleh 2.197.333 atau sekitar 39.95 persen suara.

Diketahui usai meninggalkan lokasi acara penetapan pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Pasangan cagub dan wacagub DKI Jakarta dengan no urut pemilihan dua Basuki Thajaja Purnama atau Ahok- Djarot saiful Hidayat menggelar konferesni pers terkait dengan sikap mereka.

Didalam konferensi pers yang digelar di Sumba Ballroom, calon gubernur DKI Jakarta no urut dua Djarot menyampaikan pernyataan sikap mereka kepada para wartawan yang menilai KPUD DKI tidak profesional didalam melaksanakan acara tersebut.

“Mohon maaf ya semua, ini kalau kita melihat tidak ada ketidak profesionalan dari ( Pihak KPUD DKI sebagai ) penyelengara”, ujar Djarot dalam konferensi pers yang digelar di Sumba Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu ( 4/3/17).

Dirinya juga menilai pihak penyelengara dalam hal ini KPUD DKI Jakarta tidak menghargai pasangan calon nomor urut dua.

pasalnya, pasangan no urut dua Ahok-Djarot telah hadir sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pihak penyelengara.

“(Padahal ) kami benar benar menghargai undangan dari KPU, dan kami datang tepat waktu”, jelas Djarot.(TVN24 Online)