Yenny Wahid berharap Ahok tidak melaporkan Ketua Umum MUI ke polisi

yenny-wahid-berharap-ahok-tidak-melaporkan-ketua-umum-mui-ke-polisi-01

TVN 24– Yenny Wahid anak dari mantan presiden RI Gus Dur yang juga merupakan Direktur Wahid Institute meminta agar tim kuasa hukum dari terdakwa dalam kasus penistaan agama, Basuki Thajaja Purnama atau Ahok, mengurungkan niatnya untuk melaporkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Ma’ruf Amin ke pihak kepolisian.

Rencana dalam melaporkan Ma’ruf terkait dengan kesaksiannya didalam persidangan Ahok yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/17).

“Kami sangat berharap agar baik dari Pak Ahok maupun pengacaranya agar mengurungkan niatnya untuk membawa KH Ma’ruf Amin ke pengadilan terkait dengan kesaksian beliau hari ini”, Kata Yenny, melalui pernyataan tertulis pada selasa malam.

Yenny yang juga merupakan salah seorang cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama ( NU ) KH Hasyim Asyari itu mengaku dan memahami bahwa seyiap warga negara memiliki hal untuk melapor ke kepolisian apabila merasa di rugikan dan diperlakukan secara tidak adil.

Namun, Yenny sangat berharap agar Ahok dan Tim kuasa hukumnya agar mempertimbangkan kondisi kebatinan bangsa Indonesia yang dinilai saat ini sangat rentan kepada perpecahan.

Yenny juga menambahkan bahwa saat ini tidak sedikit addanya aksi saling tuntut yang terakhir berujung kepada laporan ke kepolisian. hal ini dianggapnya sangat menguras energi bangsa.

“Alangkah eloknya kalau justru dari Pak Ahok menunjukan sikap besar hatinya dan memilih untuk pendekatan dialogis dengan pihak KH Ma’ruf Amin”, ucap Yenny.

Dirinya juga menghimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan selalu mengedepankan klarifikasi ketika dihadapkan dengan masalah, sehingga tidak tercipta konflik horizontal.

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok merasa keberatan dengan keterangan yang diberikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Ma’ruf Amin mengenai pertemuan dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta no urut satu pada 7 oktober 2016.

Menurut Ahok, Ma’ruf telah menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan pertimnbangan Presiden ( Wantimpres ) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Ahok mengatakan bahwa pengacaranya memiliki bukti kuat tentang adanga telepon dari SBY kepada Ma’ruf agar bertemu dengan Agus-Sylviana. namun di persidangan, Ma’ruf membantah adanya telepon tersebut.(TVN 24)