Acara Kubu Moeldoko di Tangerang Dibubarkan Demokrat AHY

TVN24 Online — Acara yang dihelat oleh kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (10/9) malam, digeruduk oleh Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Melansir dari keterangan yang diterima CNNIndonesia.com dari Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, aksi ini dipimpin oleh Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Jayabaya.

Diketahui Iti mendatangi lokasi bersama jajaran DPD Partai Demokrat Banten, DPC Partai Demokrat Tangerang Raya, bersama dengan beberapa pengurus DPP Partai Demokrat, Irwan, Zulfikar Hamongan, Ricky Kurniawan, Cipta Panca Laksana, serta Amal Ghozali.

Aksi pencopotan atribut Partai Demokrat

Pada penggerebekan tersebut, Demokrat kubu AHY melakukan pencopotan atribut Partai Demokrat yang ada di sekitar lokasi. Aksi pencopotan atribut ini juga dibantu oleh aparat kepolisian.

“Hari ini, seharian kita berkumpul, mencoba menegosiasikan apa yang kita inginkan terhadap marwah partai kita, yang kita cintai. Alhamdulillah tadi mereka sudah melakukan kesepakatan untuk membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang berada di lokasi acara,” ujar Iti.

Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko, Hengky Luntungan sebelumnya menyampaikan acara yang digelar pihaknya terkait Haul Pendiri Partai Demokrat.

Dia mengungkapkan, acara tersebut diadakan untuk meluruskan sejarah pendirian Partai Demokrat, khususnya seputar keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia juga menjelaskan Moeldoko tidak akan hadir dan menyampaikan sambutan atau pidato dalam acara tersebut, baik secara fisik atau dalam jaringan (daring).

Hengky juga mengatakan, jika agenda dalam acara tersebut hanyalah menonton tayangan tentang sejarah berdirinya Partai Demokrat secara bersama-sama.

Mengenai polemik kepemimpinan Partai Demokrat, pemerintah sudah menolak pendaftaran hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang diadakan oleh kubu Moeldoko di Deli Serdang. Hasil dari KLB tersebut dirasa belum melengkapi sejumlah dokumen, diantaranya soal DPC, DPD, hingga surat mandat.

“Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak,” ujar Yasonna.