71 Tentara Tewas Dalam Serangan Di Niger, ISIS Mengklaim

TVN 24 Online – Militan ISIS menyerang sebuah kamp militer di Republik Niger Barat pada hari Selasa (10/12). Serangan tersebut menewaskan 71 tentara, menurut laporan. Itu merupakan serangan paling mematikan terhadap militer negara tersebut sampai saat ini.

“Ini merupakan kekerasan yang sangat jarang terjadi, mereka menggabungkan peluru artileri dan penggunaan kendaraan kamikaze oleh musuh,” ujar juru bicara militer Niger Kolonel Boubacar Hassan. Di tambah dengan 12 tentara yang terluka dalam penyerangan yang berlangsung selama 3 jam.

Menurut laporan dari Menteri Pertahanan Niger Issoufou Katambe, sejumlah teroris sudah dinetralkan selama serangan itu. Pertempuran sengit dengan ratusan gerilyawan telah terjadi.

Namun, laporan juga mengatakan bahwa 30 tentara masih belum bisa ditemukan.

Serangan tersebut terjadi di kota Inates di Niger Barat. Sekitar 115 mil dari Tongo Tongo, tempat 4 tentara Amerika tewas dalam serangan di Niger pada tahun 2017.

Setelah serangan tersebut, Presiden Mahamadou Issoufou mempersingkat perjalanannya ke Mesir untuk kembali ke negaranya untuk menangani kasus ini.

Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat untuk menunda pertemuan dengan para pemimpin 5 negara di wilayah Sahel.

Pertemuan tersebut dijadwalkan minggu depan untuk membahas operasi militer Perancis di wilayah tersebut. Perancis telah berada di Mali sejak 2013, ketika militan ISIS merebut kota-kota dan menerapkan hukum Syariah. Macron diharapkan untuk berdiskusi dengan pemimpin Afrika tentang kehadiran militer Perancis. Karena sentimen anti-Perancis juga sudah meningkat dengan signifikan di daerah tersebut.

Baca Juga: Dua Bintang Kpop Dijatuhi Hukuman Penjara

Wilayah ini telah menjadi tempat meningkatnya ketidakstabilan sejak 2012 karena serangan yang sering dilakukan oleh militan ISIS. Hampir 100 tentara Mali tewas sejak September lalu di wilayah serangan.

Badan intelijen SITE telah mengumumkan bahwa kelompok yang bernama ISWAP (Islamic State’s West Africa Province) ini telah mengklaim bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Kelompok ini terdiri dari 3.000 orang, dan sudah memisahkan diri dari Boko Haram.