Ambisi China Menjadi Juru Damai Atasi Konflik Dunia

TVN24 Online — Seperti diberitakan, China memiliki ambisi menjadi juru damai untuk mengatasi beragam konflik di dunia. Contohnya saja seperti perang Rusia-Ukraina, perselisihan di Semenanjung Korea sampai krisis di Afghanistan.

Keinginan tersebut terungkap dalam white paper atau laporan berjudul “, “A Global Community of Shared Future: China’s Proposals and Actions” yang dirilis hari ini, pada Selasa (26/9).

“Menghadapi masalah-masalah yang jadi titik panas yang terus meningkat, China berkomitmen untuk memenuhi perannya sebagai negara besar yang bertanggung jawab, mendorong penyelesaian konflik internasional dan regional, seperti Semenanjung Korea, Palestina, masalah nuklir Iran, Suriah, dan Afghanistan,” sebagaimana pernyataan dalam laporan, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Mengenai perang di Ukraina, secara aktif China mempromosikan perundingan perdamaian serta mengemukakan empat prinsip utama dalam Posisi China mengenai Penyelesaian Politik Krisis Ukraina.

Empat poin tersebut yaitu,

  1. kedaulatan dan integritas wilayah semua negara harus ditegakkan;
  2. tujuan dan prinsip Piagam PBB harus dipatuhi;
  3. kekhawatiran keamanan yang sah dari semua pihak harus ditanggapi dengan serius;
  4. dan semua upaya kondusif bagi penyelesaian krisis secara damai harus didukung.

Bukan hanya itu, China juga merilis seruan bagi komunitas internasional supaya bisa bersama-sama menyelesaikan krisis dan mencegah perang nuklir.

Selain itu, China juga mengirim Perwakilan Khusus Pemerintah China untuk Urusan Eurasia. Yang mana perakilan tersebut akan berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan soal penyelesaian politik krisis Ukraina.

Dalam laporan itu, China juga memamerkan keberhasilannya membuat Arab Saudi dan Iran rujuk usai tujuh tahun putus hubungan.

“[Ini] memberi contoh baik bagi negara-negara di kawasan untuk menyelesaikan perselisihan dan perbedaan serta mencapai hubungan bertetangga yang baik melalui dialog dan konsultasi, dan mengkatalisasi gelombang rekonsiliasi di Timur Tengah,” tambah laporan tersebut.

Selanjutnya, secara aktif, China juga bekerja sama dengan pihak lain dalam bidang keamanan non-tradisional seperti anti-terorisme, biosekuriti, dan ketahanan pangan.

Mereka sudah mengusulkan Inisiatif Kerja Sama Internasional mengenai Ketahanan Pangan Global dalam kerangka G20, dan mendorong penerapan Strategi Kerja Sama Ketahanan Pangan Negara-negara BRICS.

China juga secara resmi meluncurkan Pusat Kerja Sama Pencegahan dan Mitigasi Bencana Negara-Negara Kepulauan Tiongkok-Pasifik. yang mana mewakili tindakan kuat lain untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi tantangan keamanan non-tradisional dalam konteks Inisiatif Keamanan Global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *