ASIA MENJADI POTENSI BESAR DALAM BISNIS E-SPORT

TVN24 Online — Bagi para penggemar game tentunya sudah tidak asing dengan istilah Esport. Esport atau olahraga elektronik saat ini telah menjamur dimasyarakat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peminat dalam setiap kompetisi yang dipertandingkan. Demam Esport pun menjamur di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Esports sendiri merupakan sebuah kompetisi game dan merupakan singkatan dari Electronic Sport. Pemain Esport terdiri dari tim yang bermain game untuk melawan satu sama lain pada tingkat profesional untuk memenangkan sejumlah besar uang sebagai hadiah.

Pertandingan Esport biasanya diikuti dan ditonton oleh jutaan penonton di seluruh dunia yang menghadiri pertandingan secara langsung atau melihatnya secara online. Sejumlah game yang dipertandingkan di kompetisi Esport di antaranya adalah DOTA 2, Fortnite, League of Legends, Counter-Strike, Call of Duty, Overwatch, Madden NFL dan lain-lain.

Mengingat banyaknya peminat, bisnis Esport atau kompetisi game menjadi potensi yang menjanjikan. Terutama di kawasan Asia merupakan wilayah yang memiliki potensi terbaik sebagai tempat berkembangnya Esport. Dimana di Indonesia Esports dimainkan dari berbagai kalangan dan berbagai usia.

Untuk Esport yang dimainkan dalam suatu kompetisi oleh gamer profesional kini telah menjadi pasar potensial bagi pebisnis. Selain sebagai ajang kompetisi, Esport juga merupakan hiburan yang ditonton banyak orang. Dewasa ini beberapa negara mulai melakukan investasi pada bisnis Esport. Tak hanya Esport, startup game pun juga menjadi potensi keuntungan dalam olahraga Esport yang kini berkembang pesat tersebut.

 

Investasi Singapura pada Esport

Singapura merupakan salah satu negara yang gencar melakukan investasi di bidang Esport. Pada Juli 2021 Singapura telah meresmikan pusat pengalaman Esports pertamanya, yang dilengkapi dengan fasilitas live-streaming dan pro-Esport kelas dunia. Tak hanya itu pada 17 Desember 2021 besok, Singapura akan jadi tuan rumah Gamescom edisi Asia. Acara ini pertama kali diadakan dan merupakan acara industri video game terbesar di dunia dan Global Esports Games pertama.

Sebelumnya pada bulan Mei 2021, Singapura telah menjadi tuan rumah Free Fire World Series. Acara tersebut sukses dan digandrungi penonton hingga 5,4 juta. Singapura berambisi memanfaatkan peluang dari sektor Esports bernilai miliaran dolar, mengandalkan investasi infrastrukturnya, status sebagai pusat bisnis global dan ekosistem game untuk menjadi tujuan utama Asia Tenggara untuk olahraga yang berkembang pesat tersebut.

 

Esport di Indonesia Termasuk Bertumbuh Pesat

Selain Singapura, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia, terutama Asia Tenggara, yang pertumbuhan di industri Esports-nya cukup pesat. Tahun lalu, Newzoo memberikan laporan bahwa Indonesia menjadi negara dengan pangsa pasar game terbesar ke-17 di dunia dengan total pendapatan USD 1,084 miliar. China menjadi negara dengan total pendapatan terbesar dari game, yakni sebesar USD 37,9 miliar. Disusul oleh Amerika Serikat dan Jepang yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Berdasarkan laporan ResearchAndMarkets.com, selama lebih dari dua dekade, Asia telah memimpin tren Esports global, berperan sebagai prediktor perkembangan yang telah membentuk esports di seluruh dunia. Esports di Asia menghasilkan pendapatan sebesar US$ 543,8 juta pada tahun 2020, meningkat 4,9% dibandingkan 2019.

Pada tahun 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan melampaui angka US$ 600 juta atau tumbuh sekitar 10,5%. Laporan itu mencatat, pasar esports Asia menyumbang lebih dari 54% dari pasar Esports global yang bernilai hampir US$ 1 Miliar. Penonton Esports di Asia meningkat pesat menjadi 618,4 juta pada tahun 2020 dari 510 juta penonton pada tahun sebelumnya.

Sementara menurut laporan Tencent Holdings Ltd dan Newzoo BV, Asean di perkirakan akan memimpin dunia dalam pendapatan esports dengan pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 20,8% hingga 2024, hampir dua kali lipat dari tingkat global. Tencent meraup untung besar di akhir tahun 2020.

Dengan banyaknya waktu #dirumahaja akibat pandemi yang membuat orang terdorong lebih aktif bermain game, beberapa game andalan mereka mencatatkan pendapatan signifikan.PUBG Mobile misalnya, mencatatkan pendapatan kotor terbesar di bulan Desember 2020 berdasarkan laporan dari Sensor Tower. Game battle royale ini menghasilkan sekitar $177 juta USD atau 2,4 triliun Rupiah. Angka tersebut naik 7,5% dari Desember 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.