BANJIR MELANDA 6 KECAMATAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU, RIBUAN KK TERDAMPAK

TVN24 Online — Bencana banjir melanda 14 desa yang berada di enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 20-200 sentimeter sejak Selasa 13 Juli 2021.

Desa-desa yang terdampak yaitu Desa Nanga Yen, Desa Tepuai dan Desa Sejahtera Mandiri di Kecamatan Hulu Gurung, Desa Landau Badai dan Desa Landau Rantau di Kecamatan Silat Hulu, Desa Nang Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah dan Desa Riam Mengelai di Kecamatan Boyan Tanjung.

Kemudian Desa Jajang di Kecamatan Pengkadan, Desa Riam Piang dan Desa Semangut di Kecamatan Bunut Hulu dan Desa Suka Maju serta Desa Tangai Jaya di Kecamatan Mentebah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, banjir terjadi sejak Rabu (14/7/2021) dan masih terjadi pada Kamis (15/7/2021). Hujan deras pada Selasa (13/7/2021) merupakan salah satu penyebab banjir di daerah yang berjarak sekitar 600 kilometer dari Kota Pontianak ini.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sebaran wilayah korban banjir yang terdampak antara lain; 1.147 KK/4.112 jiwa di Kecamatan Hulu Gurung, 649 KK/2.589 jiwa di Kecamatan Silat Hulu, 3.879 KK/6.537 jiwa di Kecamatan Boyang Tanjung, 190 KK/569 jiwa di Kecamatan Pengkadan, 118 KK/472 jiwa di Kecamatan Bunut Hulu dan 182 KK/610 jiwa di Kecamatan Silat Hilir.

“Dari keseluruhan warga yang terdampak, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu mencatat ada sebanyak 398 KK terpaksa harus mengungsi dengan rincian; 127 KK di Desa Nanga Luan, 89 KK di Desa Entebi dan 182 KK di Desa Bongkong,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Abdul Muhari melanjutkan, berdasarkan asesmen sementara tim BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, kebutuhan mendesak dalam penanganan darurat bencana banjir antara lain; perbaikan kerusakan fasilitas umum, tempat pengungsian sementara, kebutuhan dasar pangan seperti makanan pokok, makanan siap saji, makanan tambahan, makanan pelengkap, MP ASI, air minum dan air bersih.

Berikutnya adalah kebutuhan dasar sandang meliputi selimut, sarung, daster, pakaian dewasa/anak, handuk, pembalut wanita, perlengkapan mandi dan alas tidur. Kemudian juga kebutuhan kesehatan, sumber daya manusia, peralatan, obat-obatan, bahan pakai habis dan kesehatan lingkungan.

Adapun Kebutuhan darurat lainnya meliputi air bersih dan MCK/Sanitasi, jerigen air, sarana angkutan logistik dan utilitas lainnya seperti BBM, listrik dan jaringan telekomunikasi.

Sementara itu, BNPB telah menganalisa bahwa Kabupaten Kapuas Hulu merupakan wilayah yang memiliki tingkat risiko banjir dari sedang hingga tinggi dan memiliki catatan sebanyak delapan kejadian banjir selama 2020, Hal ini selaras dengan monitoring inaRisk dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

Data inaRisk yang menyebutkan bahwa ada sebanyak 25 kecamatan yang berpotensi terdampak banjir. 25 kecamatan tersebut memiliki luas wilayah mencapai 80.282 hektar. Dalam catatannya DIBI telah mencatat selama kurun 2020 ada sebanyak 20.055 rumah terendam banjir dan 138.357 jiwa yang terdampak.

Melihat dari catatan tersebut, maka BNPB meminta agar seluruh pemangku kebijakan yang ada di wilayah tersebut dapat mengambil segala upaya yang dianggap perlu dalam rangka mitigasi, pengurangan risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Hal ini sebagai langkah antisipasi dan persiapan apabila nantinya akan ada bencana banjir lanjutan sehingga, bencana alam ini dampaknya akan lebih mudah tertangani.

Di samping itu, BNPB juga mengimbau agar seluruh unsur baik pemerintah daerah maupun masyarakatnya dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRisk BNPB.