Beralasan kampanye, Sandiaga Uno tolak diperiksa Polisi

beralasan-kampanye-sandiaga-uno-tolak-diperiksa-polisi

TVN24 Online – Yupen hadi, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta no urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengatakan Sandiaga Uno tidak akan memenuhi panggilan polisi terkait dengan pemeriksaan di dalam kasus dugaan penggelapan uang penjualan atas sebidang tanag di Jalan Curug Raya, Tangerang, Banten.

“Dengan sangat menyesal sekali, Bang Sandi besok tidak akan menghadiri panggilan kepolisian tersebut”, ujar Yupen di dalam konferensi pers di posko pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin ( 20/3/17) malam.

Selasa ( 21/3/17) adalah merupakan jadwal pemeriksaan terhadap calon gubernur DKI Jakarta dengan no urut pemilihan tiga Sandiaga Uno di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro jaya.

Dirinya mengatakan, pada prinsipnya Sandi akan menghadapi semua proses hukum yang telah dialamatkan kepada dirinya. namun, Sandi tidak dapat menghadiri panggilan pada Selasa besok karena dirinya telah memiliki jadwal kampanye.

Dijadwalkan Sandi juga akan menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ( LHKPN ) kepada KPK.

“Kami juga telah menyusun jadwal beberapa hari sebelumnya karena memang ini adalah momennya untuk berkampanye, banyak warga yang ingin ketemu, apalagi besok kami juga masih ada acara di KPK, LHKPN, maka dari itu agenda tidak bisa di cancel, tidak dapat dibatalkan”, kata dia.

Dirinya juga mengatakan, Sandi akan menghadiri panggilan berikutnya, kapan pun polisi melayangkan surat panggilan kepadanya.

Namun tim sukses Anies – Sandi sangat berharap penyelidikan pada kasus tersebut dapat di tunda sampai Pilkada selesai.

“Kalau bisa sih dapat ditunda sampai setelah selesai pemilu saja supaya tidak ada dugaan dugaan ini bermuatan politik. tapi kalaupun polisinya ingin memaksa, akan kami hadapi”, ujar Yupen.

Sandi dan rekan kerjanya Andreaas Tjahjadi telah dilaporkan karena diduga telah melakukan penggelapan saat menjual lahan di jalan Raya Curug, tangerang Selatan pada 2012 silam. Dugaan penggelapan itu telah dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo pada 8 Maret 2017 lalu yang di dalam laporan ke polisi, disebut bertindak sebagai kuasa hukum dari Djoni Hidayat.

Saat dihubungi, Fransiska mengatakan bahwa dirinya berindak atas nama keluarga Edward Soeryadjaya.(TVN24 Online)