Fakta-fakta Isabella Guzman Derita Skizofrenia yang Bunuh Ibu Kandungnya

Fakta-fakta Isabella Guzman Derita Skizofrenia yang Bunuh Ibu Kandungnya

TVN24 Online — Kembali viral di TikTok dan Twitter adalah sosok Isabella Guzman. Ia adalah remaja berusia yang membunuh sang Mama lebih dari 100 tusukan di leher dan wajahnya. Remaja asal Colorado, Amerika Serikat tersebut membunuh sang Mama pada 2013 lalu.

Namun, meski ia terbukti bersalah menikam dan menghabisi nyawa sang Mama, ia tidak dipenjara. Pasalnya Isabella memiliki Skizofrenia yang membuatnya harus mendapat perawatan di rumah sakit jiwa.

Bagaimana fakta dari sosok Isabella Guzman? Dilansir dari Daily Mail, berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya.

1. Hubungan Isabella Guzman dan sang Mama tidak baik

Hubungan Isabella Guzman dan sang Mama, Yun-Mi Hoy terbilang tidak baik. Hal ini nerdasarkan keterangan Papa tiri Isabella.

Hubungan keduanya makin bertambah buruk ketika sang Mama memutuskan untuk menikah lagi. Isabella disebutkan sering membentak dan bertindak kasar kepada orang yang lebih tua. Ia dan sang Mama juga kerap bertengkar setiap hari.

2. Pernah mengancam sang Mama

Diketahui kalau sebelum melancarkan aksinya, Isabella sempat mengirim ancaman kepada sang Mama lewat e-mail. Dalam surat elektornik yang ia kirimkan tersebut, Isabella menulis bahwa ‘Kamu akan membayarnya’.

Karena hal ini, sang Mama sempat melakukan panggilan kepada polisi. Polisi pun datang untuk memberikan Isabella nasihat, tapi tak didengarnya. Selain polisi, Papa tiri Isabella juga kerap memberikan nasihat sebelumnya tapi tak dianggapnya.

3. Membunuh sang Mama di kamar mandi

Diceritakan oleh sang Papa tiri, Isabella menikam Mamanya di kamar mandi. Saat itu, Ryan Hon sedang makan malam di dapur. Istrinya baru pulang bekerja pukul 9.30 malam waktu setempat dan langsung menuju lantas atas.

Kemudian, suara ribut terdengar yang membuat Ryan bergegas naik. Namun, Isabella langsung menutup dan mengunci pintu kamar mandi. Saat itu ia menggedor dan melihat darah mengalir dari bawah pintu.

Setelah itu, Isabella keluar dari kamar mandi dengan tatapan kosong sambil memegang pisau dan turun ke lantai bawah. Ryan berusaha menyelamatkan istrinya, naas ia sudah terbunuh. Kejadian ini berlangsung tanggal 23 Agustus 2013 lalu.

4. Sempat buron selama 16 jam

Selepas melakukan aksi kejam tersebut, Isabella diketahui pergi ke supermarket dekat rumahnya. Kepada penjaga supermarket itu Isabella mengaku dirinya sehabis diperkosa dan ingin membersihkan diri.

Namun, ia meminta kepada penjaga itu untuk tidak menghubungi polisi dan tidak mau diantar pulang. Setelah dari supermarket, Isabella sempat hilang selama 16 jam sebelum akhirnya ditangkap.

5. Ia menikam Mamanya sebanyak 115 kali

Saat kejadian, umur Isabella masih 18 tahun. Ia dijuluki psikopat muda karena dipersidangan terbukti menikam sang Mama sebanyak 115 kali. Awalnya sejumlah bukti menyebut ia hanya menikam sebanyak 79 kali dengan jumlah tusukan yakni 35 kali di wajah dan 51 kali di leher.

6. Dinyatakan tak bersalah dan bebas

Meski terbukti menikam dan membunuh Mamanya, Isabella bebas dan tidak dinyatakan bersalah. Kesimpulan akhir dari persidangan bahwa Isabella terganggu kesehatan mentalnya yang membuat ia tidak bisa membedakan hal yang salah dan benar.

Dokter Richard Pound adalah dokter yang merawat Isabella saat itu. Ia didiagnosa mengalami paranoia schizophrenia dan kerap berbicara serta tertawa sendiri.

7. Isabella Guzman dirawat di rumah sakit jiwa

Karena putusan pengadilan membuat Isabella harus dirujuk ke rumah sakit. Pada Juni 2014, Isabella dikirim ke Institut Kesehatan Mental Colorado di Pueblo.

Disebutkan untuk kasus Isabella, rumah sakit butuh waktu cukup lama untuk meninjau kondisi dan memulihkan kesehatan mentalnya. Rumah sakit juga memiliki wewenang untuk memberikan dan mengubah obat yang mungkin mempengaruhi psikologinya.

Waspada Tanda-Tanda Skizofrenia pada Anak

Pada anak, perubahan perilaku skizofrenia dapat terjadi tiba-tiba. Anak mungkin akan melakukan hal yang lain dari biasanya atau mulai berbicara tentang ide dan ketakutan yang aneh dan sering merasa terganggu.

Segera setelah Mama melihat gejala skizofrenia pada anak, beri tahu dokter tentang masalahnya. Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan memulai perawatan sebelum anak menunjukkan tanda-tanda yang lebih buruk.

Beberapa gejala umum anak-anak dengan skizofrenia:

  • Tidak bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi, cerita, acara TV, dll,
  • ketakutan yang intens tentang seseorang atau sesuatu yang membahayakan mereka,
  • melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata,
  • moody, sangat cemas, takut,
  • tidak memiliki ekspresi emosional ketika berbicara,
  • perilaku gelisah, bingung, diikuti oleh periode duduk dan menatap,
  • bertingkah seperti anak yang umurnya jauh lebih muda.

Usia anak-anak memang wajar memiliki imajinasi dan ini biasanya ditunjukkan dengan perasaan memiliki teman khayalan. Misalnya, anak sering mengobrol dengan boneka atau berbicara sendiri di depan cermin.

Hal ini bukan berarti anak sedang berhalusinasi atau mengalami salah satu gejala skizofrenia. Akan tetapi, jika perilaku anak tersebut terjadi secara terus menerus dan disertai dengan tanda-tanda di atas, maka ini baru bisa dicurigai sebagai gejala skizofrenia.

Itulah tadi fakta dari Isabella Guzman, remaja yang saat usianya 18 tahun menikam dan membunuh Mamanya. Dari kejadian ini kita bisa belajar bahwa komunikasi dan hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk dijaga.