Gulingkan Putin, Warga Rusia di Ukraina Siap Angkat Senjata

TVN24 Online — Ilya Ponomarev, mantan anggota parlemen Rusia menyatakan, sukarelawan Negeri Beruang Merah yang kini ada  di Ukraina siap untuk mengangkat senjata untuk menggulingkan Presiden Vladimir Putin.

Ponomarev mengungkapkan, mereka siap berjuang untuk “revolusi baru Rusia”. Di mana menurutnya, revolusi tersebut bisa pecah karena warga gerah dengan kelakuan Putin dalam menginvasi Ukraina.

Ia menilai invasi Ukraina tersebut dapat memicu protes keras dari warga. Ponomarev mengklaim jika para warga Rusia di Ukraina bisa memimpin protes dengan memakai kekuatan perlawanan bersenjata.

“Kami bersiap untuk ini, dan kami mempersiapkan elemen militer dengan warga Rusia saat ini di Ukraina, yang kini bertarung dengan militer Ukraina di garis depan. Mereka siap pergi ke Rusia saat momen penentu berlangsung.”

Ponomarev mengatakan, saat ini ada sekitar 4.000 warga negara Rusia yang bertarung membantu pasukan Ukraina.

“Saya tak hanya menjaga komunikasi dengan mereka. Saya juga secara aktif mengintegrasi [mereka],” katanya, sebagaimana dikutip Newsweek.

Kabur dari Rusia

Ponomarev saat ini memang sedang dalam pelarian di Kyiv. Di mana dia kabur dari Rusia sebab sering menyuarakan kritik kepada Putin selama jadi pejabat di Negeri Beruang Merah.

Seperti dilansir Newsweek, Ponomarev adalah seorang penulis buku “Does Putin Have to Die?: The Story of How Russia Becomes a Democracy after Losing to Ukraine.”

Pada awal tahun ini, Ponomarev menjadi sorotan usai mengumumkan keberadaan kelompok gerilya anti-Kremlin Militer Republik Nasional (NRA). Yang mana NRA mengklaim bertanggung jawab atas bom mobil yang membunuh Darya Dugina, yakni anak sekutu Putin, Aleksandr Dugin.

Ponomarev menilai, NRA bukanlah satu-satunya kelompok gerilya yang beroperasi di Rusia.

“Setiap hari ada beberapa serangan terjadi di Rusia, pembakaran di sejumlah pos militer, aksi sabotase rel kereta api, gelombang baru yang dimulai dari NRA merupakan rangkaian dari serangan peretas untuk porsi paling kritis dari data pemerintah,” ujar Ponomarev.

Beberapa kelompok militer lain yang bekerja sama dengan NRA adalah Black Bridge dan Organisasi Militan Anarko-Komunis.

Ponomarev mengungkapkan bahwa Rusia memang masih jauh dari revolusi besar. Akan tetapi, kemungkinan revolusi masih ada.

“Saya pikir itu [revolusi] akan berlangsung pada tahun depan,” ujarnya.

“Dia [Putin] sangat meradikalkan komunitas, dan maka dari itu saya memprediksi pada Maret bahwa ulang tahunnya [Putin] pada 7 Oktober, ulang tahun itu akan menjadi yang terakhir.”

Tak hanya itu, Ponomarev menegaskan bahwa masyarakat perlu membangun kembali Rusia usai revolusi bergulir.

“Kami perlu benar-benar membangun ulang Rusia, membangunnya dari awal lagi,” tutur Ponomarev.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *