Guru Besar UI dan Ratusan Mahasiswa Kembali Gelar Aksi Tolak Statuta

TVN24 Online — Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa, dosen, dan guru besar Universitas Indonesia (UI) digelar di sekitar gedung Rektorat kampus. Aksi ini mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI, Jumat (22/10).

Reni Suwarso selaku Perwakilan massa aksi sekaligus dosen Ilmu Politik UI mengatakan, aksi ini dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Pendukung #batalkanStatutaUI. Aksi ini juga adalah aksi lanjutan dari sebelumnya, pada Selasa (12/10) lalu.

Dalam aksi yang itu, mereka gagal menemui rektor dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI.

“Hari ini, Jumat, 22 Oktober 2021, jam 14.00 WIB di halaman Gedung Rektorat UI, Kampus UI Depok, BEM Se-UI didukung dosen dan Guru Besar mengadakan piknik bersama untuk mencabut PP 75/21 Statuta UI,” ujar Reni, Jumat (22/10).

Aksi Tolak Statuta

Aksi ini sendiri dilakukan karena mereka menolak PP 75/2021. Sebab, PP 75/2021 ini dinilai memberikan kekuasaan absolut kepada rektor dan MWA. Akan tetapi, kewenangan tersebut tidak untuk membangun kampus merdeka.

Reni berpendapat, tak satu pun aturan dalam Statuta UI yang bertujuan untuk membuat konsep Merdeka Belajar lebih mudah dilaksanakan. Dimulai dari kurikulum, penelitian, pengabdian pada masyarakat, proses belajar mengajar, hingga smart campus.

“Tidak ada reformasi organisasi, inovasi manajemen dan pelaksanaan otonomi tingkat universitas ditemukan dalam PP 75,” ujarnya.

Reni menilai, alih-alih mendukung pembentukan kultur kampus merdeka, Statuta ini justru membuat UI menerima donasi endowment fund Rp50 miliar dari Dato Dr. Low Tuck Kwong.

Dr. Low Tuck Kwong sendiri adalah founder dan CEO Bayan Resources, perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara, yang tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia, peringkat ke-30.

Dia menyesalkan penerimaan donasi tersebut, karena sebagian mahasiswa, dosen dan tenaga didik UI menjadi peserta asuransi Sinarmas karena Ketua MWA UI adalah direktur Sinarmas.

“Walaupun sedang minggu UTS, lebih dari 100 mahasiswa UI mengikuti aksi ‘piknik’ bareng di Rektorat UI untuk melawan statuta UI yang baru,” kata Reni.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.