Kasus Covid-19 di Singapura Naik, WNI Ceritakan Kondisi Disana

TVN24 Online — Maria Ratri, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Singapura, mengungkapkan bagaimana kondisi masyarakat yang ada di negara tersebut, ketika kasus Covid-19 naik akhir-akhir ini.

Diketahui dalam beberapa hari ini kasus harian Covid-19 di Singapura mencapai ribuan. Seperti pada hari Selasa (21/9) yang lalu, kasus harian bertambah sebanyak 2.095, dan di hari berikutnya kasus bertambah hingga 1.495.

Ratri menjelaskan, walaupun kasus Covid-19 tengah meningkat, namun kondisi di Singapura tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Hanya, masyarakat harus lebih berhati-hati.

“Kita memakai masker dimana-mana. Masyarakat juga lebih hati-hati, hanya boleh dine ini (makan di tempat) kalau sudah vaksinasi lengkap, sekolah lokal juga akan menerapkan sistem online,” jelasnya.

Ratri menambahkan, sejauh ini belum ada imbauan dari pemerintah mengenai pengurangan kapasitas di transportasi publik.

“Sekarang lebih pelayanan publiknya balik normal. Jadi tinggal bagaimana orang-orang mengambil pencegahan untuk diri sendiri. Bahkan katanya di MRT sudah penuh gitu,” tambahnya.

Pekerja masih Work From Home

Untuk mengurangi penularan virus, pemerintah Singapura juga sering melakukan inspeksi mendadak di kantor-kantor. Hal ini dikarenakan, Singapura masih menekankan para pekerja untuk bekerja dari rumah (WFH). Dan apabila ada satu orang yang positif, maka satu gedung harus ditutup.

Ratri kemudian mengatakan jika untuk fasilitas kesehatan, pemerintah juga sudah mengantisipasinya. Dimana mereka menghimbau untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan untuk karantina di rumah.

“Misalkan ada yang positif tapi cenderung ringan dan tak ada gejala mereka boleh di rumah. Tapi semua keluarga harus di rumah sampai katakanlah 10 hari atau dua minggu,” lanjutnya.

Pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan sebelumnya akan ditempatkan di pusat karantina yang disediakan pemerintah.

Pemerintah juga tak memperbolehkan pengunjung untuk ke rumah sakit, demi menghindari klaster baru, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Walaupun kasus Covid-19 terus naik di Singapura, namun belum ada kabar dari pemerintah mengenai circuit breaker atau semacam penyekatan, seperti yang dilakukan pada April lalu. Sebab, total 97 persen kasus Covid-19 di Singapura tergolong ringan dan sedang, bahkan tanpa gejala.

“Sepertinya pemerintah cenderung untuk optimistis kita nggak akan kembali ke circuit breaker kemarin sih,” ucap Ratri.