Khawatir Proliferasi Nuklir, Eropa Menenangkan Iran

Tvn 24 Online – Pada hari Jumat (10/1) Eropa akan mencari jalan keluar dari konflik terbuka AS dan Iran. Menurut mereka, kesalahan perhitungan dari kedua belah pihak dapat berimbas pada perang jangka panjang dan krisis proliferasi nuklir yang serius.

Dalam pertemuan darurat, para menteri luar negeri negara-negara Eropa yang akan bergabung dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dapat menghindari tanggapan diplomatik. Ini setelah Washington dan Teheran mundur dari kebakaran besar menyusul pembunuhan seorang Jenderal Iran oleh AS di Irak. Juga serangan misil balasan oleh Iran yang menghindari korban militer.

Rencana Iran untuk mencegah eskalasi dalam ketegangan ini sudah memberikan Uni Eropa sedikit waktu yang berefek untuk mengurangi situasi genting ini.

Namun, Menteri LN Perancis Jean-Yves Le Drian memperingatkan bahwa Iran dapat memiliki nuklir dalam satu hingga dua tahun bila negara tersebut benar-benar memutuskan perjanjian penahanan nuklir yang disetujui pada tahun 2015.

Menurut Le Drian, dalam waktu singkat, Iran bisa saja mendapatkan akses ke nuklir bila mereka terus mengurai perjanjian Wina. Dan ini bukan lah pilihan bagi mereka.

Iran telah membuang batasan kesepakatan pada pengayaan uranium sebagai bahan bakar nuklir. Ini sejak Presiden Trump menarik AS dari perjanjian pada tahun 2018. Ini menuntut pembatasan yang lebih keras terhadap Iran.

Iran mengatakan langkah-langkah menjauh dari kesepakatan tersebut bisa dibalik jika Washington kembali ke sana dan mencabut sanksi-sanksi yang melumpuhkan sebagian besar perdagangan minyak Teheran.

Ketegangan ini telah menyoroti perjuangan Eropa untuk mempengaruhi kedua belah pihak. Juga, memainkan peran mediasi dengan kekuatan Eropa Inggris, Perancis, dan Jerman berusaha menekan Iran untuk berpegang pada pakta nuklir.

Baca Juga: Tradisi Nepal Yang Membunuh Wanita Ketika Menstruasi

Mereka juga meyakinkan Trump bahwa mereka adalah sekutu yang tidak akan tertipu oleh Teheran. Trump telah meminta mereka untuk bergabung dengannya dalam penarikan dari perjanjian nuklir pada hari Rabu (8/1).

Keputusan Iran pada hari Senin (6/1) untuk membatalkan semua pembatasan pengayaan telah membuat Eropa kocar-kacir. Iran juga telah membantah bahwa program nuklir mereka memiliki tujuan militer daripada sipil.