Lakukan Demo dan Lepas Hijab, Perempuan Iran Tewas Ditembak

TVN24 Online — Hadis Najafi, seorang perempuan Iran dikabarkan tewas ditembak, setelah melakukan aksi demo mengecam kematian Mahsa Amini.

Mahsa Amini sendiri diketahui tewas usai ditangkap polisi moral sebab salah memakai hijab.

Najafi dilaporkan tewas diberondong tembakan oleh  pasukan keamanan Iran setelah mengikuti demo dan sengaja melepas hijab sebagai bentuk protesnya.

Karena aksinya melepas hijab dan terekam video, dia sempat viral di media sosial. Perlu diketahui, tidak memakai hijab di Iran dianggap sebagai salah satu pelanggaran serius.

Sebab, semenjak 1983, empat tahun setelah revolusi Iran, hijab merupakan kewajiban yang harus ditaati semua para perempuan di Iran, dengan tidak memandang agama dan kebangsaan.

Diberondong pasukan keamanan Iran

Sebagaimana dikutip dari News Week, tewasnya Najafi diduga akibat tembakan senjata api oleh pasukan keamanan Iran.

“Video ikonis dari Hadis Najafi yang sempat viral kemarin, ketika ia bersiap untuk melakan protes. Keluarganya kemudian merilis video dari pemakamannya di Karaj hari ini. Dia ditembak dengan delapan peluru yang mengenai leher, muka tangan, dan menembus jantung,” pernyataan dari salah satu pengguna akun Twitter, Mahsa Alimardani.

Diketahui sebelumnya, banyak warga Iran terutama dari kelompok Kurdi yang marah dan turun ke jalan untuk melakukan aksi protes, usai Amini yang juga merupakan suku Kurdi tersebut meninggal dunia.

AFP melaporkan, setidaknya ada 700 pedemo ditangkap polisi Iran. Tak hanya itu, lebih dari 30 orang tewas dalam demonstrasi berdarah di Iran.

Kedubes Iran di Athena Dilempari Bom Moloto

Pada Minggu (25/9), waktu setempat, Athens News Agency memberitakan, kelompok anarkis menyerang Kedutaan Besar Iran di Athena, Yunani.

Dari keterangan polisi menyatakan, ada dua orang yang mengendarai sepeda motor dengan wajah tertutup yang melemparkan sebuah bom molotov ke arah dinding kedutaan hingga meledak.

Dari insiden tersebut dilaporkan tidak ada kerusakan ataupun korban jiwa.

Kemudian pada Sabtu (24/9) lalu, sedikitnya 200 orang berkumpul di Syntagma Square, pusat kota Athena untuk mengecam tindakan keras Iran terhadap demo menyusul kematian Mahsa Amini yang ditangkap oleh polisi moralitas Iran dikarenakan tidak memakai hijab.

Saat melakukan demo, para wanita Iran memotong rambut mereka sebagai tanda solidaritas dengan sang korban, yakni Amini, sambil mengacungkan plakat bertuliskan “sebutkan namanya [Amini]!”.

Seperti  diberitakan, Amini (22), meninggal pekan lalu usai dirinya ditangkap polisi moral Iran. Amini dirasa tidak  menggunakan hijab dengan sesuai. Kematian Amini ini kemudian membuat marah masyarakat Iran.

Protes pun muncul di sebagian besar pusat kota Iran, seperti Isfahan, Mashhad, Rasht, dan Saqez.

Beberapa foto memperlihatkan pedemo membakar gambar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan mantan Komando Pasukan Revolusi Iran Qasem Soleimani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.