Lakukan Unjuk Rasa, Massa Bakar Kantor Bupati Pohuwato

TVN24 Online — Pelayanan pada masyarakat tetap dilakukan, usai peristiwa pembakaran kantor Bupati Pohuwato, Gorontalo oleh warga yang melakukan unjuk rasa.

Padahal saat itu kondisi ruangan di kantor bupati sudah hangus terbakar. Akan tetapi, Bupati Pohuwato, Saiful A Mbuinga sudah menyiapkan kantor pelayanan di kantor bersama di kawasan blok plan perkantoran Kabupaten Pohuwato.

“Kami sudah persiapkan, kita sudah siapkan dan diputuskan berkantor di kantor bersama,” ujar Saiful pada awak media, pada Jumat (22/9).

Sementara Ismail Pakaya, Penjabat Gubenur Gorontalo mengaku menyesalkan aksi pembakaran dan perusakan yang dilakukan di kantor milik pemerintah yang di bangun dari uang masyarakat sendiri.

“Ini yang menjadi penyesalan saya, karena kantor bupati itu dibiayai melalui pajak daerah, retribusi daerah dan itu uang-uang berasal dari masyarakat,” ucap Ismail.

Dampak kerugian yang dialami pun cukup besar akibat kejadian tersebut.

“Kalau kita bakar kantor milik pemerintah, ya kita rugi sendiri sebagai masyarakat. Harusnya tidak dilakukan pembakaran,” ujarnya.

Penangkapan

Sementara itu, polisi sudah melakukan penangkapan pada sejumlah orang dan kini masih dalam pemeriksaan.

“Yang kita amankan kita cek dulu, dia sebagai apa nanti kita dalami dulu,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (21/9).

Desmont menjelaskan, aksi unjuk rasa warga tersebut berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Oleh karena itu pihaknya sudah mengantisipasi dengan mengerahkan ratusan personil.

“4 titik lokasi aksi dengan dikerahkan 750 anggota,” jelasnya.

Aksi Unjuk Rasa

Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut berawal saat warga mendatangi kantor perusahaan pertambangan, yang kemudian di kantor tersebut massa melakukan perusakan usai pihak kantor tidak dapat menemui para pengunjuk rasa.

Tak lama setelah itu, warga beralih ke kantor DPRD. Di mana massa berharap pihak anggota dewan bisa mendengarkan dan memberikan solusi atas tuntutan mereka yang minta ganti rugi lahan.

Akan tetapi, pimpinan DPRD Pohuwato tidak ada di tempat sehingga massa pun emosi dan melakukan perusakan.

Kemudian massa pun mendatangi kantor Bupati Pohuwato untuk menyampaikan aspirasi mereka dan berharap bisa bertemu dengan bupati. Namun, lagi-lagi massa tidak bisa bertemu dengan Bupati Pohuwato sehingga massa melakukan perusakan hingga membakar kantor bupati.

Terlihat dari kantor bupati, api pun berkobar dan semakin membesar akibat hembusan angin yang kencang. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat pun langsung memadamkan kobaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *