Laporan Istri Juragan 99 Mengenai Merek PS Glow Disetop Kepolisian

TVN24 Online — Polisi mengatakan akan menghentikan penyidikan mengenai kasus merek dagang yang dilaporkan oleh istri Juragan 99, Sandi Purnamasari kepada Putra Siregar.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Gatot Repli Handoko menyebutkan, jika perkara tersebut tidak memiliki cukup bukti, setelah pengusutan dilakukan semenjak laporan dibuat pada Agustus 2021.

“Rabu, 16 Maret 2022 dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti, penyidikan dihentikan,” ujar Gatot kepada awak media, pada Selasa (22/3).

Dijelaskan oleh Gatot, jika penyidik kepolisian kini sedang melengkapi administrasi penghentian penyidikan.

Awal Pelaporan

Perseteruan yang berujung pada pelaporan terkait merek dagang ini berawal ketika istri Juragan 99, Gilang Widya Pramana atau sang pemilik MS Glow, melaporkan Putra Siregar atas penggunaan merek PS Glow.

Laporan tersebut dibuat pada 13 Agustus 2021 dan teregister dengan nomor: LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri.

Setelah ada laporan tersebut, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pun kemudian melakukan pengusutan dan pendalaman atas perkara itu.

Lalu, kasus pun naik ke tahap penyidikan, pada Rabu, 29 September 2021.

Selama penyidikan berlangsung, ditemukan fakta putusan komisi banding merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham, pada Desember tahun lalu.

Di mana fakta tersebut menyatakan, bahwa permohonan banding Putra Siregar diterima dan memerintahkan Dirjen KI Kemenkumham untuk menerbitkan sertifikat merek PS Glow.

“Petikan keputusan komisi banding tersebut disampaikan kepada penyidik pada akhir Januari (2022), kemudian penyidik meminta pendapat ahli merek atas putusan dimaksud,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut, pihak dari Juragan 99 menilai terlapor melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 Ayat 1, 2 dan Pasal 102, kejahatan terkait rahasia dagang Pasal 17 Jo Pasal 13 dan Pasal 14, Penipuan/Perbuatan curang UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP dan Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *