Parkir meter akan dikaji ulang sandi, Ahok : mungkin ada ormas yang minta jatah

parkir-meter-akan-dikaji-ulang-sandi-ahok-mungkin-ada-ormas-yang-minta-jatah

TVN24 Online – Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok enggan untuk berkomentar banyak mengenai pernyataan dari Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengatakan akan mengkaji ulang parkir meter. Namum Ahok menegaskan dengan adanya parkir meter dapat menekan warga yang tidak membayar parkir.

“Saya tidak mengerti juga ya, saya tidak mau berkomentarlah. Yang pasti dengan parkir meter kebocoran dapat kita tekan,” ujar Ahok saat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu ( 3/5/17 ).

Dirinya juga menyebutkan bahwa akan tetap memberdayakan juru parkir walaupun sudah ada parkir meter. Para juru parkir akan diberikan gaji sesuai dengan Upah Minimum Provinsi ( UMP ).

“Kita akan berdayakan semua tukang parkir meter, ini malah dapat gaji gede. UMP, anaknya bisa mendapatkan KJP lalu naik bus tidak perlu bayar,” kata Ahok.

Dirinya mengakui mencurigai adanya ormas ormas yang tidak lagi mendapat jatah setelah adanya parkir meter. Karena hal itu maka kebijakan parkir meter mau dikaji ulang.

“Mungkin ormas ormas itu tidak dapat duit kali ya ( adanya parkir meter ),” kata Ahok.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno mengaku sangat prihatin terhadap masih maraknya parkir liar. Sandiaga juga mengakui akan mengkaji ulang penggunaan mesin parkir meter di Jakarta.

“Parkir meter akan dikaji ulang lagi, kita review. kita akan ada pembicaraan pembicaraan nanti di pokja perhubungan dan transportasi. akan kita lakukan review ulang. Parkir meter ini hanya cocok diterapkan di negara dengan tingkat individualisme tinggi. Tapi kalau kita melihat disini parkir kita parkir dibantuin, belanja anda yang bantuin,” ujar Sandi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa ( 2/5/17 ).

Sandiaga juga mengatakan masih banyak tenaga parkir yang dapat juga diberdayakan dengan sistem perparkiran digital. Dirinya juga akan mengajak kerjasama dengan para tukang parkir agar mereka tetap dapat bekerja.

“Juru parkir kalau dapat diperlakukan secara sistematis berbasis teknologi akan dapat menyelesaikan parkir tapi juga revenue di Jakarta,” kata Sandi.

“ternyata tukan parkir kalau diberikan opsi dengan talenta dia di sebuah kawasan, diberikan penghormatan serta penghasilan, diberikan inklusi sebuah trend digital, mereka mau berubah. Intinya itu harus diberikan opsi dan pemberdayaan,” ujar Sandi.

Diketahui parkir meter di telah terpasang di sejumlah wilayah di Jakarta diantaranya Sabang, Mahakam, Kelapa Gading dan kalijodo. Beberapa waktu yang lalu sistem parkir terpadu elektronik ( PTE ) yang berada di Kalijodo sempat diganti dengan gerbang.( TVN24 Online )