Partai PAN Masih Berduka. Apa Sebabnya ?

Ketua-Umum-PAN-Zulkifli-Hasan-Belum-menentukan-akan-berkoalisi-ke-partai-mana

TVN24– Jakarta Seiring dengan semakin dekatnya Pilkada DKI Putaran ke dua, diketahui Salah satu partai Pendukung yakni PAN masih juga belum menentukan langkahnya untuk bergabung kearah mana pilihannya. Apakah nanti akan bergabung dengan kubu Ahok atau Anies.

Ketua Umum DPP dari PAN (Partai Amanat Nasional) Yakni Zulkifli Hasan Menyatakan bahwa saat ini pihak mereka masih tengah bersedih karena Partai Nomor Urut satu yang awalnya diharapkan menang malah mengalami kegagalan dalam persaingan untuk memperebutkan Kursi kepemimpinan DKI Jakarta.

Adapaun partai Nomor Urut satu di wakili oleh Agus Harimurti Yudhono serta Sylviana Murti. Namun Sewaktu pemilihan Pada Putaran Pertama Pihak AHY- Sylvi mengalami kekalahan karena hasil dari perolehan suara mereka masih jauhdari harapan.

Sebelum mementukan langkah arahtujuan, Pihak PAN akan terlebih dahulu berdiskusi dengan partai lain seperti Partai Demokrat, PKB dan juga PPP. Ketiga Partai tersebut juga awalnya adalah partai pendukung AHy dan juga Sylvi namun lantaran gagal makan saat ini pihak Partai masing-masing sedang merencanakan pembahasaan masing-masing akan berkoalisi dengan partai mana saja. Apkah Mungkin dengan Ahok ataupun dengan Paslon Anies.

Meskipun demikian tidak dipungkiri sudah ada beberapa kader PAN yang telah menetukan pilihannya masing-masing. Namun ditingkat Pusat hingga saat ini masih belum ada kabar kepastiannya.

“Untuk Saat ini kami Masih berduka karena Paslon yang kami usung kalah dalam Pilkada Putaran pertama”, Ungkap Zulkifli.

Sebagian suara Dari Partai PAN memang diketahui mengarah ke kubu Anies namun sebelum mendapat jawaban pasti diharapkan agar semuanya tetap tenang hingga ada pemberitaan lebih lanjut dari Pusat, akan mendukung pasangan yang mana pada Pilkada DKI ke dua nanti. Jadi ya semuanya akan kita arahkan kesatu titik, supaya tidak terpecah-pecah.

Diketahui Bahwa pada Pilkada Putaran Pertama yang lalu Pasangan Agus -Sylvi dengan nomor urut satu mengalami perolehan Suara yang tidak begitu signifikan, dimana hasil perolehan tidak mencapai standard yang ditentukan sehingga Secara otomatis Pasangan calon Nomor Urut satu itu harus rela tereliminasi pada putaran pertama.