Pembunuhan Antar Geng Meningkat, El Salvador Kini Berstatus Darurat

TVN24 Online — Status darurat ditetapkan parlemen El Salvador karena pembunuhan antar-geng yang meningkat di negara tersebut. Seperti pada akhir pekan yang lalu, ada 62 orang tewas dalam sehari karena perang geng.

Penetapan status darurat ini diambil berdasarkan hasil pemungutan suara parlemen yang dilakukan awal pekan ini. Di mana dalam pertemuan itu, 67 dari 84 anggota parlemen setuju untuk mendeklarasikan status darurat.

“Kami setuju #statusdarurat yang akan memungkinkan Pemerintah kami melindungi kehidupan orang-orang Salvador dan menghadapi kriminalitas secara langsung,” kata Ketua Majelis Legislatif, Ernesto Castro.

Di dalam aturan tersebut, perkumpulan juga akan dibatasi. Bukan hanya itu, pihak berwenang juga bisa menyadap telepon dan surat elektronik tanpa perintah pengadilan.

Berdasarkan aturan itu jugua, arus informasi penangkapan dibatasi. Nantinya, akses tersangka ke pengacara setelah ditahan juga akan terbatas.

Permintaan Presiden

Parlemen menetapkan status darurat ini atas permintaan Presiden Nayib Bukele. Akan tetapi, Bukele memastikan bahwa selain tersangka perang antar-geng, kehidupan akan berjalan normal seperti biasa.

“Layanan keagamaan, olahraga, perdagangan, studi, dan yang lain bisa berlanjut seperti biasa, kecuali jika Anda anggota geng atau dianggap mencurigakan oleh pihak berwenang,” ujar Bukele.

Dia juga menetapkan status darurat maksimum di seluruh penjara El Savador yang menampung setidaknya 17 ribu anggota geng.

“Semua sel ditutup setiap saat. Tidak ada yang pergi ke area luar. Ini adalah pesan untuk para geng: ‘Karena tindakan Anda, anak-anak Anda tak bisa melihat sinar matahari,'” tegas Bukele.

Status darurat ini ditetapkan di El Salvador, saat negara itu mengalami lonjakan pembunuhan yang diakibatkan pertarungan antar-geng dalam beberapa hari belakangan.

Seperti pada Sabtu (26/3), 62 orang tewas dalam sehari. Kemudian, satu hari setelahnya, Minggu (27/3), 14 orang juga tewas akibat perang antar-geng di El Salvador.

Polisi mengatakan, jika mereka sudah menangkap lima pemimpin geng jalanan terkenal. Mara Salvatrucha atau MS-13, diklaim ada dibalik serangkaian serangan selama akhir pekan lalu.

Dalam setahun belakangan ini, sebenarnya kekerasan antar-geng sudah meningkat. Seperti pada bulan Februari lalu, korban tewas yang dikarenakan kekerasan geng mencapai 79 orang. Sepanjang 2021 pun sudah terjadi 1.140 pembunuhan.

Bukele sebenarnya berjanji akan memerangi kejahatan terorganisir dan meningkatkan keamanan di El Savador, semenjak kampanye pemilihan presiden pada 2021 lalu.

Akan tetapi, anggota pemerintahan Bukele dituduh telah bernegosiasi dengan geng-geng yang mendukung partai sang penguasa dalam pemilu tahun lalu tersebut.

Burkele pun kini meminta kantor kejaksaan untuk bisa lebih efektif dalam menangani kasus terkait geng ini. Dia juga mengatakan akan mengawasi hakim yang mendukung penjahat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *