Perempuan yang Viral Gegara Chat Ajak Sebar Corona di Semarang Buka Suara

Perempuan yang Viral Gegara Chat Ajak Sebar Corona di Semarang Buka Suara

TVN24 Online — Chat perempuan berinisial FN, yang isinya berupa ajakan menyebarkan virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang, viral di media sosial. FN melalui kuasa hukumnya, Arief Wiranata, akhirnya angkat bicara.

Arief Wiranata menjelaskan tangkapan layar chatting yang viral tidak utuh. Selain itu, Arief menyebut penyebar screenshot percakapan itu bukan LS, orang yang berkomunikasi langsung dengan FN.

“Screenshot yang beredar tidak utuh, yang menyebarkan bukan yang berkomunikasi. LS dan FN itu teman baik, entah bagaimana screenshot itu tersebar sehingga terbentuk opini bahwa FN memprovokasi menyebar (COVID-19) dan sudah jalan-jalan yang posisinya saat itu positif,” kata Arief kepada wartawan, pada Rabu (23/9/2020).

Sejak viralnya tangkapan layar percakapan itu, lanjutnya, FN merasa dirugikan karena identitas dan fotonya tersebar.

“Dirugikan karena identitas disebar, fotonya. Foto percakapan itu tidak mewakili apapun,” ujar Arief.

Arief menegaskan saat chatting itu FN isolasi mandiri di rumah. Kemudian saat percakapan itu viral, baik FN dan LS yang posisinya sama-sama positif COVID-19, diminta isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang.

“Sebenarnya klien saya isolasi mandiri di rumah, di Boja (Kabupaten Kendal). Sudah koordinasi dengan Dinkes, kita isolasi mandiri kemudian ke rumah dinas wali kota dua hari lalu. Hari ini berdasarkan fakta yang diterima sudah dinyatakan negatif dan sudah kembali ke rumah. Tapi tetap kami minta isolasi mandiri tujuh hari ke depan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral tangkapan layar berisi pesan percakapan emak-emak yang mengajak menyebar virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang, Sabtu (19/9). Polisi menyebut emak-emak berinisial L dan F yang ada dalam percakapan viral itu sudah diisolasi dan dalam pengawasan polisi dan Satgas COVID-19.

Polisi pun turun tangan dan mendalami kasus pesan yang viral berisi ajakan menyebar virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang. Polisi mengkaji menerapkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam kasus ini.

“Itu bisa masuk UU ITE, nanti akan kita kaji kira-kira pasal berapa yang bisa dikenakan. Kita lakukan pemeriksaan dulu, apa konstruksi hukumnya nanti,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, pada Selasa (22/09/2020) kemarin.