Permintaan Maaf Ferdy Sambo ke Jokowi dan Kapolri

TVN24 Online — Ferdy Sambo mengucapkan permintaan maafnya kepada Presiden Joko Widodo, sebab perhatian publik tersita cukup lama akibat kesalahannya dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Hal tersebut dia sampaikan ketika menjadi terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

Tak hanya itu, Sambo turut menyampaikan penyesalannya pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan rekan sejawatnya yang juga terseret ke pengadilan.

“Penyesalan juga saya sampaikan ke Kapolri dan institusi Polri dan rekan sejawat yang sudah terlibat dalam cerita tidak benar yang saya sampaikan di Duren Tiga itu yang menyebabkan citra Polri turun dan rekan sejawat saya harus diproses hukum,” ujar Sambo.

Kemudian, Sambo juga menyampaikan rasa bersalahnya kepada Presiden Jokowi hingga masyarakat Indonesia.

“Saya juga menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan kepada bapak presiden dan masyarakat Indonesia karena harus tersita perhatian dalam perkara ini karena kesalahan saya,” kata Sambo.

Sambo juga mengungkapkan rasa bersalahnya kepada keluarganya. Atas perbuatan yang merenggut nyawa Brigadir J itu. Di mana istri hingga anak-anaknya harus menanggung akibatnya.

“Saya menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan karena kasus saya ini yang kemudian menyebabkan istri dan anak-anak harus mengalami. Istri saya harus ditahan dan anak anak saya harus sendiri mencapai cita-citanya. Saya bersalah yang mulia, karena emosi saya menutup logika,” tambah Sambo.

“Saya mohon yang mulia, jaksa penuntut umum bisa menilai dengan bijak serta objektif terhadap kesalahan saya,” imbuhnya.

Tidak pembunuhan berencana

Ferdy Sambo sendiri kini didakwa telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana kepada Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tindak pidana tersebut dia dilakukan bersama-sama dengan Putri Candrawathi, Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf.

Kini, mereka semua didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada hari Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo nomor 46 yang berada di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam surat dakwaan, Bharada E dan Sambo dikatakan telah menembak Brigadir J.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.