Pertama di Dunia, Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan

Pertama di Dunia, Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan

TVN24 ONLINE — Rusia mengklaim telah mendaftarkan vaksin Covid-19 untuk hewan (Carnivak-Cov) yang pertama di dunia, menurut outlet media pemerintah TASS. Konstantin Savenkov, Wakil Kepala Layanan Federal untuk Pengawasan Hewan dan Fitosanitasi mengatakan uji klinis vaksin Carnivak-Cov, dimulai pada Oktober.

Tahap itu dilakukan kepada anjing, kucing, rubah, rubah Arktik, cerpelai, dan hewan lainnya. Carnivak-Cov, untuk melawan infeksi virus corona pada hewan karnivora. Vaksin yang dikembangkan Pusat Kesehatan Hewan Federal Rosselkhoznadzor ini, diklaim telah terdaftar di Rusia.

“Sejauh ini, ini (vaksin untuk hewan) adalah produk pertama dan satu-satunya di dunia untuk mencegah Covid-19 pada hewan,” kata Konstantin Savenkov melansir US News & World Report pada Rabu (31/3/2021).

Menurut Savenkov, vaksin tersebut diperkirakan bertahan setidaknya enam bulan dan dapat mencegah mutasi virus corona lebih lanjut.

“Hasil penelitian memberi kami dasar untuk menyimpulkan bahwa vaksin itu aman dan memiliki efek imunogenik yang kuat, karena semua hewan yang divaksinasi mengembangkan antibodi terhadap virus corona baru hingga 100 persen,” kata Savenkov.

Vaksin kemungkinan akan diproduksi massal secepatnya pada April. Beberapa perusahaan pembibitan hewan domestik dan perusahaan komersial di Yunani, Polandia dan Austria disebut sudah berencana untuk membelinya. Perusahaan di AS, Kanada, dan Singapura, kata dia, juga telah “menunjukkan minat”.

Ilmuwan Rusia melanjutkan penelitian mereka untuk menentukan berapa lama efek vaksin bertahan pada hewan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan meskipun Covid-19 diyakini kemungkinan berasal dari kelelawar, tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan Covid-19 kepada manusia.

Namun, organisasi tersebut juga mengatakan virus dapat menyebar dari manusia ke hewan dalam beberapa situasi, terutama selama kontak dekat. Tetapi risikonya dianggap rendah.

Menurut WHO, Kucing, anjing, singa atau macan, gorila, cerpelai, dan beberapa mamalia lain dapat terinfeksi virus.

Ini berdasarkan laporan hewan yang tertular Covid-19 di seluruh dunia. Sebagian besar hewan yang terinfeksi corona itu melakukan kontak dengan orang yang positif Covid-19.